Jakarta (MAWARTA) – Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyampaikan sikap resmi terkait situasi nasional yang tengah diwarnai gelombang demonstrasi di berbagai daerah.
Organisasi ini menegaskan dukungan terhadap penyampaian aspirasi rakyat sekaligus mendesak Kapolri untuk mundur usai peristiwa tewasnya seorang pengemudi ojek online saat aksi unjuk rasa.
Ketua Umum Pemuda ICMI, Ismail Rumadhan, bersama Sekjen Alfian Arif, dalam keterangan resminya menyampaikan empat poin penting sikap organisasi:
1. Dukungan terhadap aksi masyarakat. Pemuda ICMI menilai demonstrasi merupakan hak demokrasi warga negara yang harus dihormati, serta menjadi sarana untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
2. Penolakan terhadap anarkisme. Mereka menegaskan aksi yang berujung perusakan fasilitas umum, penyerangan, maupun provokasi justru merugikan masyarakat dan melemahkan aspirasi rakyat.
3. Desakan agar Kapolri mundur. Menurut Pemuda ICMI, tragedi meninggalnya seorang driver ojol dalam demonstrasi merupakan tamparan keras bagi aparat penegak hukum yang seharusnya bekerja profesional, humanis, dan sesuai prinsip demokrasi.
4. Permintaan evaluasi kebijakan Presiden. Pemuda ICMI meminta pemerintah segera mengevaluasi kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, serta lebih peka mendengar aspirasi masyarakat melalui dialog terbuka.
“Bangsa Indonesia mampu melewati situasi ini bila semua pihak mau mengedepankan jalan damai, dialog, dan tanggung jawab moral demi terciptanya Indonesia yang adil, sejahtera, dan demokratis,” tegas Pemuda ICMI. (*/Cr12)













