SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASIONAL

Pelayanan di Kantor Samsat Soreang Diprotes WP, Ronald A Sinaga dan Ali Syakieb Bilang Begini

×

Pelayanan di Kantor Samsat Soreang Diprotes WP, Ronald A Sinaga dan Ali Syakieb Bilang Begini

Sebarkan artikel ini
Beberapa wajib pajak saat protes terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas Samsat Soreang di bagian loket kasir bjb. (Foto: Tangkapan layar)

Bandung – Pelayanan di kantor Samsat Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat di masa pemberlakuan program pemutihan pajak kendaraan bermotor mendapat protes dari beberapa wajib pajak (WP) yang merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan petugas di bagian loket kasir bjb.

Mereka menilai bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas Samsat Soreang di bagian loket kasir bjb tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP), yakni berjalan tidak secara merata atau berurutan, dan lebih mendahulukan berkas-berkas yang diduga titipan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Padahal mereka telah mengikuti pelayanan sesuai SOP, bahkan mereka juga rela menunggu antrean panjang untuk membayar pajak kendaraannya.

Alhasil, rekaman video para wajib pajak yang protes terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas Samsat Soreang mendapat sorotan dari berbagai pihak usai viral di media sosial (Medsos), salah satunya yaitu dari Kader PSI Ronald A Sinaga.

BACA JUGA:  Mesin Antrean Digital Tak Digunakan di Samsat Bandung Tengah, Ini Penjelasan Pihak Terkait

Ronald A Sinaga juga turut mengunggah ulang video kejadian tersebut ke akun Instagram miliknya. Ia juga menyindir pihak-pihak yang diduga telah berbuat curang alias tidak mengikuti antrean sebagaimana mestinya.

“Masih berani aje main serong,” tulisnya dikutip pada Kamis (10/4/2025) malam.

Unggahan dari Ronald A Sinaga pun mendapat tanggapan dari Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb. Ia mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut.

“Makasih info nya akan lsg (langsung) kita tindak lanjuti secepet nyaa…dan kita lsg berkomunikasi dengan dinas terkait agar hal seperti ini tidak akan terulang dan tidak akan ada lagi…mohon maaf kepada masyarakat atas ketidak nyamanan ini,” ujarnya. (Sugiyanto)