SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Pdm. Jemmi Tekankan Pentingnya Sukacita dan Iman dalam Kristus, Bukan pada Hal Lahiriah

×

Pdm. Jemmi Tekankan Pentingnya Sukacita dan Iman dalam Kristus, Bukan pada Hal Lahiriah

Sebarkan artikel ini
Pdm. Jemmi Maufra Ginting saat menyampaikan Firman Tuhan di Gereja Wesleyan Indonesia Namobintang.

Medan (MAWARTA) – Dalam ibadah Minggu (21/9/2025), Pdm. Jemmi menyampaikan khotbah yang diambil dari Filipi 3:1-16, dengan menekankan bahwa sukacita sejati hanya dapat ditemukan di dalam Kristus, bukan pada hal-hal lahiriah atau prestasi pribadi.

“Paulus menegaskan bahwa semua kelebihan, status, bahkan ketaatan hukum Taurat yang dulu ia banggakan, kini dianggapnya rugi dibandingkan pengenalan akan Kristus. Ini mengingatkan kita untuk tidak menaruh kepercayaan pada hal duniawi, melainkan hidup dalam iman,” ujar Pdm. Jemmi Maufra Ginting dalam penyampaian firman.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam ajaran itu, Paulus mengingatkan jemaat Filipi agar waspada terhadap ajaran palsu yang menekankan ritual lahiriah seperti sunat.

BACA JUGA:  Meriah! Jemaat GWI Namobintang Rayakan HUT RI ke-80 dengan Lomba 17-an Usai Ibadah

Menurut Pdm. Jemmi, pesan ini relevan hingga kini. “Sunat sejati bukanlah fisik, melainkan hati yang tunduk kepada Roh Allah. Orang yang sejati dalam Kristus adalah mereka yang beribadah dengan roh dan bermegah dalam Yesus, bukan pada pencapaian diri,” tegasnya.

Pdm. Jemmi juga menyoroti ayat 13-14 yang berbicara tentang melupakan yang di belakang dan mengarahkan diri pada yang di depan.

Ia menekankan pentingnya sikap rohani yang terus berjuang, tidak terikat masa lalu, dan fokus pada tujuan surgawi.

“Iman Kristen adalah perjalanan. Kita belum sempurna, tetapi kita dipanggil untuk berlari sampai garis akhir. Paulus mengajarkan kita untuk tetap maju, mengejar panggilan Allah dalam Kristus Yesus,” tambahnya.

BACA JUGA:  Jembatan Kaca Gundaling Sky Hill Jadi Objek Wisata Top Di Berastagi , Kadis Pariwisata Munarta Ginting : Semoga PAD Naik

Ibadah yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa syafaat agar jemaat dapat menghidupi firman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.