Dairi — Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA) Kabupaten Dairi kembali menorehkan capaian penting dalam bidang kaderisasi.
Melalui pelaksanaan Latihan Kader Dasar (LKD) yang berlangsung selama enam hari, dari 22 hingga 27 Juni 2025 di Taman Wisata Iman Sitinjo, PD IPA Dairi berhasil melahirkan 35 kader baru.
Jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam dua tahun terakhir, melampaui capaian pada dua pelatihan sebelumnya yang hanya berhasil meluluskan masing-masing 18 dan 20 kader.
Kegiatan LKD ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan momentum penguatan karakter dan kepemimpinan pelajar di tengah tantangan zaman.
Selama proses berlangsung, para peserta mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk membentuk pribadi yang kritis, bertanggung jawab, berwawasan luas, serta memiliki semangat juang dalam membela nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
Mereka digembleng melalui pelajaran kepemimpinan, organisasi, nilai kealwashliyahan, serta sesi motivasi dan refleksi diri.
Ketua Panitia, Sapril Sagala, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan kesiapan mental untuk berproses secara serius di dalam organisasi.
“Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah ruang awal bagi pelajar untuk menemukan jati dirinya sebagai agen perubahan. Mereka datang dengan semangat, dan pulang membawa tanggung jawab,” ungkap Sapril kepada mawartanews, Selasa (15/7)
Ketua PD IPA Dairi, Ahmad Syahroni, dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan ruang pertumbuhan bagi pelajar di Dairi.
Menurutnya, potensi pelajar di kabupaten ini sangat besar, namun belum banyak wadah yang mampu menampung dan mengarahkan mereka secara konstruktif.
“Kabupaten Dairi sebenarnya memiliki begitu banyak pelajar potensial. Sayangnya, selama ini belum banyak wadah yang mampu memfasilitasi mereka secara terarah. IPA Dairi hadir menjawab kegelisahan itu. Kami ingin menjadi rumah besar bagi pelajar untuk bertumbuh, berpikir kritis, dan tampil sebagai pemimpin masa depan,” ujar Syahroni.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa IPA bukan sekadar organisasi pelajar biasa. Di balik setiap kaderisasi, tersimpan cita-cita besar untuk membangun peradaban pelajar yang tidak hanya berpikir lokal, tetapi juga siap bersaing di level nasional.
Kegiatan LKD ini turut menjadi bukti bahwa organisasi pelajar yang dikelola dengan serius dan profesional mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial di tingkat akar rumput.
Dengan semangat kolaborasi dan visi membangun pelajar Dairi yang lebih progresif, PD IPA Dairi telah meletakkan pondasi kuat bagi masa depan kaderisasi yang lebih masif dan berkualitas. (*)













