SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Pasca Longsor di Jalur Garut-Tasikmalaya via Singaparna, Arus Lalu Lintas Kini Sudah Kembali Normal

×

Pasca Longsor di Jalur Garut-Tasikmalaya via Singaparna, Arus Lalu Lintas Kini Sudah Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Foto: Kasat Lantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi saat mengatur jalannya arus lalu lintas di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya via Singaparna. (Tangkapan layar)

GARUT – Setelah sempat lumpuh total akibat bencana longsor, arus lalu lintas di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya via Singaparna kini telah kembali normal. Longsor tersebut terjadi di kawasan Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu pagi (28/6/2025).

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Satuan Lalu Lintas Polres Garut melalui akun resmi Instagram mereka, @satlantaspolresgarut. “Penormalan arus lalu lintas di jalur Garut-Tasik pasca evakuasi material longsor, kedua jalur dari arah Garut menuju Tasikmalaya via Singaparna maupun sebaliknya sudah bisa dilalui,” demikian bunyi keterangan resmi tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Meskipun akses jalan telah kembali dibuka, pihak kepolisian tetap mengimbau para pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi kawasan tersebut. Pengendara diingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan.

BACA JUGA:  AMT Pertamina Tempuh 48 Jam di Tengah Banjir dan Longsor Demi Pastikan BBM Sampai ke Masyarakat

“Tetap kami himbau, utamakan keselamatan dan atur kecepatan Anda,” pesan Satlantas Polres Garut dalam keterangannya.

Sebelumnya, material longsor yang menutupi badan jalan sempat membuat arus lalu lintas terputus total dan menyebabkan antrean kendaraan mengular di kedua arah. Berkat kerja cepat tim gabungan, proses evakuasi material longsor berjalan lancar sehingga jalan bisa kembali digunakan.

Pihak berwenang juga terus memantau kondisi wilayah rawan longsor terutama di musim hujan seperti sekarang ini. Masyarakat dan pengendara diminta tetap waspada terhadap potensi bencana serupa di sepanjang jalur perbukitan Garut-Tasikmalaya. (Sugiyanto)