TANAH KARO (MAWARTA) – Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara menggelar pelatihan dan pembinaan di Desa Sikap, Dusun Siberteng, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam menjalankan fardu kifayah, terutama di wilayah yang masih kekurangan petugas bilal mayit.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, yang disebut turut memberikan edukasi dan pembinaan kepada peserta.
Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak warga yang siap menjalankan tugas pelayanan fardu kifayah di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan itu, tokoh masyarakat Ridwan Tarigan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pembina yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan.
Ia juga berharap pembinaan dapat terus dilakukan dengan sabar dan ikhlas agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas tersebut.
Ridwan berharap pendampingan dari Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut sehingga kebutuhan petugas fardu kifayah di daerah dapat terpenuhi.
Kegiatan tersebut juga melibatkan kalangan pemuda dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dipimpin Irwansyah Putra NST, SH, MH, serta unsur Ikatan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (IKA HMI).
Keterlibatan mereka diharapkan dapat mendukung pembinaan masyarakat, termasuk dalam pengembangan sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga setempat.
Dalam rencana dukungan bagi masyarakat, traktor tangan disebut akan dimanfaatkan sebagai inventaris masjid untuk membantu kegiatan pertanian warga. Namun, rincian penyerahan dan pemanfaatan bantuan tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib. Pada bagian akhir acara, panitia juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan keranda dan payung serta bingkisan kepada para bilal mayit di wilayah tersebut. Kegiatan itu turut menyebut Desa Cinta Rakyat, Berastagi, dalam rangkaian pemberian bantuan.
Ketua Umum Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara, Pusman, hadir didampingi bendahara Oma Cici, wakil bendahara Misah, Ustaz Iswanto, serta perwakilan koordinator lapangan dari Medan.
Dalam penutup kegiatan, Pusman bersama jajaran paguyuban menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pelaksanaan fardu kifayah. Menurut mereka, keberadaan bilal mayit dan penggali kubur memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memenuhi kewajiban sosial dan keagamaan ketika ada warga yang meninggal dunia.
Melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan, paguyuban berharap semakin banyak warga di Sumatera Utara yang siap menjalankan tugas fardu kifayah, khususnya di desa-desa yang masih membutuhkan tenaga bilal mayit. (Sri)















