SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRIMINALNUSANTARA

Operasi Ketujuh di Jermal, Aparat Gabungan Kirim Pesan Keras ke Bandar Narkoba

×

Operasi Ketujuh di Jermal, Aparat Gabungan Kirim Pesan Keras ke Bandar Narkoba

Sebarkan artikel ini
Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak memimpin operasi gabungan penertiban narkoba dan judi di kawasan Jermal, Kota Medan, Sumatera Utara.
Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak memberikan keterangan kepada awak media saat operasi penegakan hukum terpadu di kawasan Jermal, Medan, Minggu (11/1/2026) dini hari. Foto: Istimewa

Medan (MAWARTA) – Keheningan subuh di kawasan Jermal, Medan, mendadak pecah pada Minggu (11/1/2026).

Tim gabungan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan BNN Provinsi Sumatera Utara kembali merangsek masuk melakukan penegakan hukum di wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu episentrum peredaran narkoba dan praktik perjudian.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Operasi ini menjadi yang ketujuh kalinya dilakukan secara beruntun, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memutus mata rantai kriminalitas yang telah mengakar bertahun-tahun di kawasan tersebut.

Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan bahwa operasi kali ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pesan keras bahwa negara tidak boleh kalah oleh premanisme, narkotika, dan perjudian.

Ia mengenang masa lalu ketika kawasan Jermal dikenal sangat sulit ditembus aparat penegak hukum. Setiap upaya penindakan kerap berujung perlawanan terbuka.

BACA JUGA:  Breaking News: Polisi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba di Villa Prima, Sibolangit

“Dulu, setiap ada penegakan hukum di sini selalu terjadi perlawanan. Ada pelemparan, penyekapan anggota, bahkan korban. Tersangka yang sudah diamankan dipaksa dilepas dan barang bukti dirampas kembali,” ujar Jean Calvijn di lokasi operasi.

Dengan nada tegas, ia menegaskan bahwa era intimidasi terhadap aparat di Jermal telah berakhir.

“Sekali lagi saya sampaikan, hal itu tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya.

Misi Kemanusiaan Selamatkan Generasi

Perwira yang akrab disapa JCS ini menekankan bahwa operasi di Jermal bukan semata tindakan preventif atau represif kepolisian. Ia menyebutnya sebagai misi kemanusiaan untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

Menurutnya, pembiaran terhadap narkoba dan perjudian hanya akan melahirkan kejahatan turunan yang semakin meresahkan masyarakat.

BACA JUGA:  Lagi, Kekerasan Terhadap Anak Viral Di Sosial Media

“Dampak narkoba dan perjudian akan memicu tindak pidana lain seperti pencurian dengan kekerasan dan berbagai bentuk kriminalitas. Subuh ini kami berdiri di sini untuk memastikan generasi muda terselamatkan,” jelasnya

Kehadiran lintas unsur dalam operasi ini menunjukkan sinergitas kuat antarinstansi dalam upaya mengubah citra kawasan Jermal secara menyeluruh. Aparat tidak hanya hadir untuk melakukan penindakan, tetapi juga memastikan rasa aman kembali dirasakan masyarakat.

“Subuh ini kami berdiri di sini untuk menyatakan negara hadir di tengah masyarakat. Tugas kami melindungi dan melayani, bukan membiarkan kejahatan menguasai suatu wilayah,” pungkas Jean Calvijn. (Sri)