SERGAI – Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan kehangatan dan kebersamaan yang mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, Ramadhan juga menjadi momen berharga untuk mempererat silaturahmi, terutama dalam lingkup keluarga.
Salah satu tradisi yang selalu dinantikan adalah buka puasa bersama. Tidak hanya menjadi ajang menikmati setelah seharian berpuasa, namun juga sebagai momen berkumpul, berbagi cerita, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kasih sayang kepada anak-anak dan generasi penerus.
Kebersamaan Keluarga di Bulan Ramadhan
Di sebuah desa kecil, tepatnya di Dusun III, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, keluarga Pak Sabari menjadikan Ramadhan sebagai momen penuh makna. Setiap tahun, beliau mengajak anak-anak, cucu, dan sanak saudara untuk berbuka puasa bersama. Baginya, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mempererat hubungan kekeluargaan.
Meskipun hidangan yang disajikan sederhana, namun kehangatan dan kebersamaan membuat suasana berbuka terasa lebih istimewa. “Yang terpenting bukanlah seberapa mewah hidangan yang tersedia, tapi bagaimana kita bisa saling berkumpul dan berbagi kebahagiaan,” ujar Pak Sabari, Minggu (16/3/2025).
Menanamkan Nilai Persaudaraan
Pak Sabari percaya bahwa kebersamaan dalam keluarga harus dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. “Semoga Ramadhan ini menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa keluarga adalah tempat pulang yang penuh kehangatan,” katanya. Ia juga berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan hingga ke cucu dan cicitnya, agar ikatan persaudaraan semakin kokoh.
Tidak hanya di keluarga Pak Sabari, kebiasaan berbuka puasa bersama juga menjadi tradisi di banyak keluarga lainnya. Ramadhan mengajarkan bahwa kebersamaan adalah salah satu berkah terbesar yang harus dijaga.
Silaturahmi, Kunci Keharmonisan Keluarga
Buka puasa bersama tidak hanya menjadi ajang melepas dahaga, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan keluarga yang mungkin jarang berkumpul di hari-hari biasa. Dalam kehidupan modern yang serba sibuk, momen seperti ini menjadi kesempatan emas untuk saling bertukar cerita, memperkuat hubungan, dan saling mendukung satu sama lain.
Semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadhan ini mengingatkan kita bahwa keluarga adalah pilar utama dalam kehidupan. Dengan menjaga silaturahmi, maka kedamaian dan keharmonisan dalam keluarga pun akan terus terjaga.
Semoga setiap Ramadhan membawa keberkahan dan semakin mempererat tali persaudaraan, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.(Siddik).













