SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Menuai Beragam Prestasi dengan Keluar dari Zona Nyaman

×

Menuai Beragam Prestasi dengan Keluar dari Zona Nyaman

Sebarkan artikel ini
Helen, alumni Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU). (Foto: Mawarta/Ist)

Medan (MAWARTA) – Bagi sebagian orang, dunia perkuliahan menjadi tempat untuk menemukan versi terbaik dirinya. Begitu pula dengan Helen, alumni Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), yang membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari keberanian kecil untuk keluar dari zona nyaman.

Helen tidak tumbuh sebagai pribadi yang langsung aktif di depan banyak orang. Ia mengakui dirinya termasuk tipe yang introvert, lebih suka memperhatikan daripada menjadi pusat perhatian, lebih nyaman mendengarkan daripada berbicara.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Saat duduk di bangku SMA, ia jarang mengikuti kegiatan di luar kelas dan lebih fokus pada urusan akademik.

Namun, semuanya berubah ketika ia memasuki dunia kampus. Di lingkungan baru itu, Helen menyadari bahwa kesempatan untuk berkembang terbuka sangat lebar, asalkan berani mengambil langkah pertama. Ia mulai belajar untuk tidak hanya berada di balik layar, tapi juga berperan aktif di dalamnya.

“Sejak kuliah, saya mulai berinisiatif ikut berbagai kegiatan untuk menambah pengalaman, relasi, dan isi CV yang dulu kosong. Awalnya karena FOMO melihat teman-teman yang produktif, tapi ternyata itu membawa banyak hal positif,” ujarnya.

“Motivasi utama saya adalah menambah uang saku dari lomba dan volunteer, bisa eksplor dunia luar lewat program exchange, membanggakan orang tua lewat prestasi, serta membangun personal branding agar bisa memberi dampak bagi orang lain. Intinya, saya nggak mau masa kuliah ini berlalu tanpa makna,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Sekda Karo Lantik Kabid Dinas Kominfo Kabupaten Karo

Langkah kecil itu menjadi awal dari banyak perubahan besar. Helen mulai bergabung dengan organisasi mahasiswa, mengikuti pelatihan, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial kampus. Meskipun awalnya terasa menegangkan, terutama bagi seseorang yang introvert, ia memilih untuk tetap maju.

Setiap pengalaman menjadi ruang belajar baru bagi Helen. Ia belajar bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang beragam, berkomunikasi dengan berbagai karakter, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Hal itu juga ia rasakan saat mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea.

”Exchange ke Korea benar-benar jadi tantangan besar buat aku, mulai dari persiapan berkas, pengurusan visa, sampai proses adaptasi di sana. Ini pengalaman exchange pertamaku, dan aku harus bertahan selama tiga bulan menghadapi kesulitan bahasa, komunikasi dalam bahasa Inggris setiap hari, penelitian, serta lingkungan dan budaya yang benar-benar baru.” katanya.

Dari proses itu, Helen mulai menuai hasil. Ia menjadi pribadi yang lebih terbuka, aktif, dan percaya diri. Ia tidak hanya berkembang dalam hal akademik, tetapi juga dalam kemampuan berorganisasi dan membangun relasi. Prestasi demi prestasi pun mulai diraih, baik dari kegiatan kampus maupun di luar fakultas.

BACA JUGA:  Di Rakor Forkopimda Sergai, NPHD Pengamanan Pilkada 2024 Ditandatangani

Bagi Helen, pencapaian yang ia raih bukan semata karena bakat, melainkan karena keberaniannya untuk melangkah keluar dari batas yang selama ini ia buat sendiri.

Ia percaya bahwa setiap orang punya caranya masing-masing untuk berkembang, dan menjadi introvert bukanlah penghalang untuk berprestasi.

“Menurutku, yang penting itu bukan seberapa cepat kita maju, tapi seberapa berani kita untuk mulai. Aku belajar bahwa keluar dari zona nyaman bukan berarti mengubah diri jadi orang lain, tapi menemukan sisi terbaik dari diri sendiri,” ujarnya.

Kini, setelah menamatkan pendidikannya di Fakultas Farmasi USU, Helen memandang perjalanan kuliahnya sebagai proses berharga yang membentuk dirinya menjadi lebih matang. Ia menjadi bukti bahwa sifat pendiam bukan alasan untuk berhenti mencoba, dan keberanian untuk melangkah bisa membuka banyak pintu kesempatan.

Kisah Helen mengingatkan kita bahwa perubahan tidak selalu datang dari mereka yang paling menonjol, tetapi dari mereka yang berani melangkah, walau dengan langkah kecil sekalipun. Karena sejatinya, prestasi tidak hanya lahir dari kemampuan, tapi juga dari keberanian untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. (*)