SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Mahasiswi Universitas Makassar Memilih Menghabiskan Waktu Libur Semester Ke Silalahi Dan Keluarga Sembari Ziarah

×

Mahasiswi Universitas Makassar Memilih Menghabiskan Waktu Libur Semester Ke Silalahi Dan Keluarga Sembari Ziarah

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, DAIRI |

Sola Gresya, seorang mahasiswi aktif Universitas Makassar jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, memilih menghabiskan waktu libur semester genap nya bersama keluarga di desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Mereka melakukan ziarah ke Tugu Makam Raja Silahi Sabungan yang terletak di pinggiran Danau Toba pada Minggu (16/07/2023).

Sola, yang sangat menghargai keberkahan, mengatakan bahwa ia rela merogoh kocek yang dalam untuk mengunjungi Silalahi yang terkenal karena kemiripannya dengan Tugu Monas di Jakarta.

Menurutnya, setelah selesai berziarah di tugu makam Raja Silahi Sabungan, dia dan keluarganya yakin bahwa berkah akan menyertai mereka.

“Kami percaya bahwa berziarah ke tugu makam Raja Silahi Sabungan ini akan membawa rejeki, kesehatan, dan umur panjang bagi kami,” ungkap Sola dengan yakin.

Selain itu, Sola juga merasa sayang bila melewatkan momen bermalam di lokasi yang dianggap sangat berberkah tersebut. Ia bahkan membawa segala peralatan tidur dan alat masak nasi untuk digunakan di rumah bolon di Silalahi.

BACA JUGA:  KDRT di Dairi: Seorang Pria Ditahan Setelah Penganiayaan Brutal terhadap Istrinya

Berdasarkan pantauan media di lapangan, para peziarah yang telah berdoa di tugu makam Raja Silahi Sabungan kemudian pergi mengambil air pancuran untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Air ini dipercaya memiliki kesakralan dan dianggap membawa berkah.

Menurut Nando, salah satu pengunjung lainnya, ketika masuk ke area sipaulak hosa loja, pengunjung diharuskan membawa sirih karena air tersebut dipercaya memiliki keberkahan.

Cerita tentang Aek Sipaulak Hosa ini bermula saat Raja Silahi Sabungan dan istrinya yang sedang hamil berjalan dari Silalahi menuju tempat hula-hula.

Ketika memandang ke arah Danau Toba dari bukit, sang istri berkata bahwa ia ingin mengambil dan meminum air dari danau tersebut karena terlihat begitu dekat.

Raja Silahi Sabungan kemudian berdoa dan memukul tongkatnya ke batu, dan muncullah air dari batu tersebut. Air itu kemudian diminum oleh sang istri, dan Raja Silahi Sabungan berkata, “Toho do Mulak Do Hosa Loja,” yang artinya “Air pelepas dahaga/lelah”. Sejak saat itu, air ini dikenal sebagai Aek Sipaulak Hosa.

BACA JUGA:  Dukungan Eddy Berutu: Kesehatan Korban Banjir Kita Utamakan

Di sisi lain, ada juga Aek Simalas, sebuah pemandian yang menjadi peninggalan berharga Raja Silahi Sabungan. Tempat ini dikenal dengan Passur Paranggiran, satu-satunya putri keturunan Raja Silahi Sabungan bernama Deang Namora.

Pemandian Deang Namora terletak di bawah kaki Gunung Simalas yang indah dan asri, dikelilingi oleh pepohonan yang rindang dan alami.

Tempat ini dijaga dengan baik dan bagi mereka yang ingin mandi, diharuskan untuk sopan dan tidak boleh menggunakan sabun dan sampo. Airnya sangat jernih dan segar, dan ketika diminum, rasa haus seketika hilang.

Dari tempat ini, pemandangan Danau Toba terlihat indah sejauh mata memandang. Jalan menuju Passur Paranggiran Deang Namora juga telah diaspal, memudahkan akses bagi para pengunjung.

Sola Gresya dan keluarganya, bersama dengan para peziarah lainnya, merasakan kedamaian dan keberkahan di Silalahi.

Mereka percaya bahwa ziarah ini telah memberikan mereka pengalaman spiritual yang tak terlupakan dan meninggalkan jejak kebaikan dalam hidup mereka. (Lamhot S)