MAWARTANEWS.com, MEDAN |
Berkedok uang kebersihan dan parkir kendaraan, masyarakat sangat resah pungutan liar (Pungli) di Taman Gajah Mada Medan, Sumatera Utara.
Uang kebersihan sekali masuk ke toilet di minta rp 2000 rupiah, sedangkan untuk uang parkir kendaraan roda dua rp 2000 rupiah. Sehingga setiap masyarakat yang berolahraga di taman tersebut wajib mengeluarkan uang rp 4000 rupiah per orang. Bila di hitung setiap harinya bisa meraup keuntungan jutaan rupiah per harinya.
“Kerab Juru Parkir (Jukir) mengutip uang parkir tanpa memberikan karcis retribusi maupun mengenakan seragam sebagai identitas resmi jukir. Juga bila ke toilet wajib membayar rp 2000 rupiah setiap kali ke toilet. Kami yang berolah raga disini sangat resah dengan preman – preman ini,” ujar pria tambun ini yang sedang ke toilet kepada wartawan, Senin (09/10/2023).
Tidak hanya itu, katanya, apa bila uang parkir dan uang kebersihan tidak di bayarakan, maka mereka berlagak seperti preman dan nantinya berkata kotor kepada para pengunjung.
“Lihat aja bang, mereka memaki kita kan kalau kita tidak kasi uang. Kami meminta bapak wali kota medan segera menindak dengan tegas pungli di taman gajah mada ini,” harap pria tambun ini.
Dikatakannya, ianya bersama keluarga sering olahraga di lokasi taman gajah mada ini. Namun mereka harus mengeluarkan duit setiap harinya rp 10.000 rupiah.
“Kami sering kesini bang untuk olahraga. Cuman inilah kendalanya wajib kita keluarkan duit untuk kamar mandi dan parkir. Coba abang bayangkan bila pengunjung setiap hari kesini ada seratus orang, sudah berapa uang masuk di hasilkan preman – preman itu. Kami sangat resahlah bang dengan preman – preman ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan kota medan.













