SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
OLAHRAGA

Laga Soeratin U-17 di Binjai Diwarnai Insiden 12 Pemain, Binjai City Layangkan Protes

×

Laga Soeratin U-17 di Binjai Diwarnai Insiden 12 Pemain, Binjai City Layangkan Protes

Sebarkan artikel ini

BINJAI (MAWARTA) – Laga penentuan juara Grup B Piala Soeratin U-17 Sumatera Utara antara Dispora FC dan Binjai City SC di Lapangan SPOBDA Sumut, Minggu (13/9/2026), diwarnai kontroversi setelah Dispora FC sempat bermain dengan 12 pemain di lapangan.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Dispora FC 3-2 atas Binjai City SC tersebut menjadi sorotan setelah ofisial Binjai City menyadari adanya kelebihan jumlah pemain di kubu lawan saat pertandingan berlangsung.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kedua tim sebelumnya sama-sama mengoleksi sembilan poin dan membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi teratas Grup B sekaligus membuka jalan menuju babak semifinal.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Kedua kesebelasan saling menyerang hingga akhirnya Dispora FC mampu mengamankan kemenangan dengan skor 3-2.

Namun, di tengah pertandingan, ofisial Binjai City SC menyadari jumlah pemain Dispora FC di lapangan diduga mencapai 12 orang.

Pihak Binjai City kemudian melakukan pengecekan langsung terhadap jumlah pemain yang berada di lapangan dan melayangkan protes kepada perangkat pertandingan.

Match Commissioner pertandingan, Ginan Nugroho, kemudian memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Menurutnya, instruksi pergantian pemain tidak terdengar oleh pemain yang seharusnya keluar dari lapangan.

BACA JUGA:  Pj Gubernur Jabar Mengaku Terkesan dengan Filosofi Tarung Derajat

Instruksi tersebut kemudian disampaikan kembali melalui pengeras suara menggunakan mikrofon stadion.

Insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan perangkat pertandingan dalam memastikan proses pergantian pemain berjalan sesuai ketentuan.

Seorang pengamat sepak bola yang menyaksikan pertandingan menilai kejadian tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam ketelitian perangkat pertandingan.

“Lucu saja lihatnya, kok bisa terjadi hal ini. Mungkin di dunia baru di Kota Binjai hal ini terjadi, dan ini dapat mencoreng nama baik PSSI,” ujarnya kepada wartawan. Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut pengamat tersebut, persoalan jumlah pemain dapat masuk dalam ranah pelanggaran pemain tidak sah apabila terbukti memenuhi unsur yang diatur dalam regulasi PSSI.

Dalam Kode Disiplin PSSI 2023, Pasal 56 mengatur mengenai pemain tidak sah. Salah satu ketentuannya mencakup pemain pengganti yang dimainkan dengan melebihi atau melanggar ketentuan jumlah pergantian pemain yang berlaku. Untuk pertandingan resmi, ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi dinyatakan kalah dengan pemotongan poin serta denda minimal Rp90 juta.

Namun, penerapan sanksi terhadap Dispora FC tetap menjadi kewenangan otoritas disiplin dan kompetisi setelah dilakukan pemeriksaan terhadap laporan pertandingan, rekaman pertandingan, serta keterangan perangkat pertandingan dan pihak-pihak terkait.

BACA JUGA:  Bey Machmudin Buka Kejujuran Sepatu Roda dan Skateboard Piala Ibu Negara

Manajer Binjai City SC, Ferdy Yupa, menilai insiden tersebut telah menyentuh persoalan prinsip fair play dalam sepak bola.

“Apapun alasannya, bermain dengan 12 orang di lapangan adalah bentuk ketidakjujuran dalam sepak bola. Kami sangat menyayangkan kelalaian ini,” tegas Ferdy saat dihubungi melalui WhatsApp.

Ferdy mengatakan, manajemen Binjai City SC akan meminta Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Utara mengambil tindakan terhadap persoalan tersebut.

Mereka juga meminta agar perangkat pertandingan yang bertugas turut dievaluasi apabila terbukti terjadi kelalaian dalam menjalankan tugas.

Manajemen Binjai City bahkan menyatakan akan mempertimbangkan langkah lebih jauh apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.

Binjai City SC mengancam menarik diri dari seluruh kompetisi resmi di Sumatera Utara, termasuk Piala Soeratin dan Liga 4, apabila persoalan tersebut tidak ditangani secara serius.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi dari Asprov PSSI Sumatera Utara maupun Komite Disiplin terkait status hasil pertandingan Dispora FC kontra Binjai City SC.

Karena itu, hasil akhir pertandingan dan kemungkinan sanksi terhadap Dispora FC masih menunggu keputusan resmi dari otoritas kompetisi dan disiplin PSSI Sumatera Utara. (Hoko)