SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Kuliah Umum di UI, KDM Paparkan Konsep Pembangunan Berbasis Budaya

×

Kuliah Umum di UI, KDM Paparkan Konsep Pembangunan Berbasis Budaya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum FIB UI, dengan tema "Nilai-nilai Budaya dan Tata Kelola Pemerintahan", di Auditorium Gedung IX FIB UI, Kota Depok pada Selasa, (27/5/2025). (Foto: Humas Jabar)

DEPOK – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa seluruh pembangunan di wilayah Jawa Barat akan disesuaikan dengan karakter serta budaya lokal masing-masing daerah.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), usai menjadi narasumber dalam Kuliah Umum Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia bertema “Nilai-nilai Budaya dan Tata Kelola Pemerintahan”, yang berlangsung di Auditorium Gedung IX FIB UI, Kota Depok, pada Selasa (27/5/2025).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

KDM menekankan bahwa setiap langkah pembangunan di Jawa Barat harus berpijak pada kekayaan budaya setempat. Menurutnya, kebudayaan merupakan fondasi utama dalam penataan wilayah, termasuk dalam pengembangan sistem transportasi publik.

BACA JUGA:  PT Agincourt Resources Sembuhkan 226 Mata di Pematang Siantar. Targetkan 1.300 Mata Bebas Katarak

“Kebudayaan itu harus diterjemahkan dalam produktivitas publik. Maka harus lahir transportasi publik yang baik dan menjunjung tinggi semangat kegotongroyongan,” ujarnya.

Dalam paparannya, KDM juga menyoroti perlunya pendekatan yang berbeda antara pembangunan di wilayah perkotaan dan pedesaan. Di perkotaan, pembangunan akan melibatkan peran aktif komunitas, sedangkan di pedesaan berbasis pada struktur padukuhan atau kepala dusun.

“Kebersamaan di kota berbasis komunitas, kalau di kampung berbasis padukuhan,” jelasnya.

Selain itu, KDM menekankan pentingnya pemerataan ruang terbuka hijau di seluruh wilayah Jawa Barat. Keberadaan ruang-ruang hijau dinilai berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat.

“Tata ruang harus membuka akses pada ruang-ruang alam agar masyarakat bisa lebih tenang dan bahagia dalam menjalani hidupnya,” ujar KDM.

BACA JUGA:  Demi Kenyamanan dan Keamanan Masyarakat, Ini yang Dilakukan Tim Pembina Samsat Soreang

Dalam kesempatan yang sama, KDM juga menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Universitas Indonesia yang dinilai sebagai aset penting bagi Kota Depok. Menurutnya, kampus UI masih memiliki ruang terbuka hijau yang luas, yang menjadi tempat ideal bagi mahasiswa dan warga sekitar untuk beraktivitas secara nyaman.

“Warga Depok beruntung memiliki UI. Kalau tidak ada UI, Depok tidak punya ruang terbuka hijau. Sekarang, hutannya justru masih ada di UI,” pungkasnya. (Sugiyanto)