MAWARTANEWS.com – Pengertian learning loss adalah kemunduran akademis, baik pengetahuan dan keterampilan, akibat dari terhentinya proses pembelajaran atau prosesnya berlangsung dengan kurang baik.
Learning loss dapat terjadi ketika individu tidak aktif terlibat dan berlatih dengan apa yang sedang dipelajari. Hal itu berdampak langsung pada kinerja akademik siswa yan membuatnya terus terpuruk. Fenomena learning loss adalah fenomena global, terutama akibat dari pandemi COVID-19.
Sebelum pandemi, SMPN 2 Cugenang tercatat memiliki prestasi dalam kompetisi Olimpiade Fisika dan Matematika dalam lingkup Kabupaten Cianjur. Pasca pandemi, yang berlangsung kurang-lebih selama dua tahun, kinerja akademik siswa SMPN 2 Cugenang cenderung menurun.
Hal tersebut terutama disebabkan oleh pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung cukup lama dan kurang efektif. Selain itu, peran orang tua juga tidak berjalan baik dalam memantau pembelajaran daring anak-anaknya.
Bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, yang terjadi pada November 2022, turut memperburuk kondisi learning loss sebelumnya akibat pandemi.
Siswa kehilangan tempat tinggal dan sekolah yang rusak akibat gempa. Kondisi infrastruktur pasca-gempa tidak mendukung untuk penyelenggaraan pembelajaran daring.
Mahasiswa Prodi Psikologi Ukrida yang melakukan KKNT di SMPN 2 Cugenang, mengidentifikasi bahwa dampak dari learning loss adalah keterlambatan beberapa siswa dalam keterampilan membaca dan berhitung.
Dalam jangka panjang, dampak dari learning loss akan membuat siswa sulit mengejar ketertinggalan dalam pelajaran, penurunan drastis prestasi akademis, ketidakpercayaan diri, gangguan psikososial, dan kurangnya kesiapan untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi.
Kemunduran akademis akan membuat kesenjangan hasil belajar semakin melebar, di mana sejumlah besar siswa belum mencapai standar kompetensi yang diharapkan.
Mahasiswa Prodi Psikologi Ukrida melakukan kegiatan asistensi mengajar di SMPN 2 Cugenang
Melalui program KKNT di SMPN 2 Cugenang, mahasiswa turut membantu memberikan solusi dalam upaya mengatasi learning loss. Solusi yang dirancang adalah dengan melakukan evaluasi teratur dan memberikan umpan-balik konstruktif kepada siswa.
Solusi ini dapat membantu siswa lebih memahami pelajaran Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan relevan.
Aktivitas ekstrakurikuler, proyek-proyek pembelajaran, dan interaksi sosial dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.
Peran guru dapat lebih ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi untuk melakukan pembelajaran. Selain itu, peran orang tua siswa juga perlu dilibatkan dalam proses pembelajaran.
Komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua akan dapat membantu memahami tantangan belajar siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung di rumah.
Kegiatan peningkatan literasi bersama mahasiswa KKNT Ukrida di perpustakaan SMPN 2 Cugenang.
Siswa SMPN 2 Cugenang cukup banyak sharing dengan mahasiswa Ukrida yang melakukan KKNT dalam hal masalah dan kebutuhan mereka di sekolah.
Misalnya siswa SMPN 2 Cugenang menyatakan menyukai pelajaran matematika, namun akibat learning loss (di masa pandemi) mereka belum mendapatkan materi pelajaran yang semestinya.
Di waktu senggang, mahasiswa KKNT dan siswa bisa saling bertukar cerita, tentang pelajaran sekolah dan hal lain di luar pelajaran, misalnya tentang apa yang siswa dapatkan atas kehadiran mahasiswa KKNT di sekolah mereka.
Cukup banyak dari mereka yang merasa sangat bersyukur atas kehadiran mahasiswa KKNT, yang pada dasarnya menempatkan diri sebagai asisten guru sekolah SMPN 2 Cugenang.
Penulis: Yuni Rosania Simare-mare
(Mahasiswa Ukrida yang dibimbing Dosen Prasasti Peranginangin)














