Jakarta (MAWARTA) – Korlantas Polri merilis data kecelakaan lalu lintas selama masa mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam pelaksanaan Operasi Lilin yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada 20 Desember hingga 2 Januari.
Hasilnya, angka kecelakaan dan korban jiwa tercatat menurun signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan, sepanjang Operasi Lilin tercatat 3.183 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 403 korban meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode sebelumnya tercatat 3.430 kejadian, sedangkan pada periode ini 3.183 kejadian, sehingga terjadi penurunan 247 kejadian atau sekitar 7,20 persen,” ujar Irjen Agus kepada wartawan.
Tak hanya itu, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan tajam. “Korban meninggal dunia sebelumnya 553 orang, turun menjadi 403 orang, atau berkurang 150 orang sekitar 27,12 persen,” tambahnya.
Dalam pengaturan arus lalu lintas selama Nataru, Korlantas Polri menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, mulai dari one way hingga contraflow di sejumlah ruas jalan strategis nasional dan tol.
“Secara umum, pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman, tertib, dan terkendali, serta efektif dalam menjaga kelancaran arus pada ruas-ruas strategis selama Operasi Lilin,” jelas Agus.
Sementara itu, berdasarkan data pergerakan kendaraan, arus keluar-masuk Jakarta terpantau tinggi. Sejak 18 Desember hingga 2 Januari, tercatat lebih dari dua juta kendaraan melintas melalui empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.
“Total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.638.186 unit, sedangkan kendaraan masuk Jakarta 2.472.184 unit,” bebernya.
Dari data tersebut, Korlantas Polri menilai mobilitas masyarakat yang keluar dari Jakarta untuk berlibur pada momen Nataru mengalami peningkatan. Namun, arus balik dinilai relatif terkendali.
“Arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Ini menandakan arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar merata,” tandas Agus. (Jones)













