SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASIONAL

Korlantas Polri Catat Kecelakaan Nataru Turun 7,2 Persen, Korban Jiwa Menurun Signifikan

×

Korlantas Polri Catat Kecelakaan Nataru Turun 7,2 Persen, Korban Jiwa Menurun Signifikan

Sebarkan artikel ini
Rekayasa lalu lintas Operasi Lilin Nataru untuk menjaga kelancaran arus kendaraan
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. (Foto: Istimewa)

Jakarta (MAWARTA) – Korlantas Polri merilis data kecelakaan lalu lintas selama masa mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam pelaksanaan Operasi Lilin yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada 20 Desember hingga 2 Januari.

Hasilnya, angka kecelakaan dan korban jiwa tercatat menurun signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan, sepanjang Operasi Lilin tercatat 3.183 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 403 korban meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah kecelakaan lalu lintas pada periode sebelumnya tercatat 3.430 kejadian, sedangkan pada periode ini 3.183 kejadian, sehingga terjadi penurunan 247 kejadian atau sekitar 7,20 persen,” ujar Irjen Agus kepada wartawan.

BACA JUGA:  Jasa Raharja Dukung Upaya Korlantas Polri Tangani Penggunaan Knalpot Brong

Tak hanya itu, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan tajam. “Korban meninggal dunia sebelumnya 553 orang, turun menjadi 403 orang, atau berkurang 150 orang sekitar 27,12 persen,” tambahnya.

Dalam pengaturan arus lalu lintas selama Nataru, Korlantas Polri menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, mulai dari one way hingga contraflow di sejumlah ruas jalan strategis nasional dan tol.

“Secara umum, pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman, tertib, dan terkendali, serta efektif dalam menjaga kelancaran arus pada ruas-ruas strategis selama Operasi Lilin,” jelas Agus.

Sementara itu, berdasarkan data pergerakan kendaraan, arus keluar-masuk Jakarta terpantau tinggi. Sejak 18 Desember hingga 2 Januari, tercatat lebih dari dua juta kendaraan melintas melalui empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

BACA JUGA:  Rapat Penurunan Stunting Di Desa Semangat , Serma Nicolas : Kita Harus Melalui 2 Intervensi , Intervensi Gizi Spesifik Dan Intervensi Gizi gizi Sensitif

“Total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.638.186 unit, sedangkan kendaraan masuk Jakarta 2.472.184 unit,” bebernya.

Dari data tersebut, Korlantas Polri menilai mobilitas masyarakat yang keluar dari Jakarta untuk berlibur pada momen Nataru mengalami peningkatan. Namun, arus balik dinilai relatif terkendali.

“Arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Ini menandakan arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar merata,” tandas Agus. (Jones)