Jakarta (MAWARTA) – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), sukses menggelar konser musik SoearaLoka di kawasan heritage bersejarah Lawang Sewu, Semarang, Sabtu (13/9/2025) kemarin.
Acara ini berhasil menarik lebih dari 1.200 penonton yang menikmati perpaduan sejarah, seni, dan musik dalam satu panggung megah di jantung Kota Semarang.
Perpaduan Sejarah dan Musik
Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy, menyampaikan bahwa konser ini merupakan bentuk inovasi sekaligus kolaborasi KAI Wisata dalam memperluas ekosistem bisnis, tidak hanya di bidang transportasi dan perkeretaapian, tetapi juga melalui seni, musik, dan budaya.
“Kehadiran 1.200 penonton hari ini membuktikan bahwa Lawang Sewu bisa menjadi destinasi yang bukan hanya ikonik secara sejarah, tetapi juga pusat pertunjukan seni yang diminati masyarakat,” ujar Hendy dalam keterangan persnya, Selasa (16/9).
Rangkaian acara SoearaLoka dimulai dengan games show interaktif, dilanjutkan penampilan band Pentakustik, kemudian disusul aksi penuh energi dari Jikustik.
Puncaknya, grup legendaris KLa Project sukses menutup malam dengan penampilan spektakuler yang membawa penonton larut dalam nostalgia.
Momentum Bagi Kota Semarang
Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara KAI Wisata dengan berbagai pihak, termasuk seniman, komunitas musik, dan pemerintah daerah.
Dengan dukungan Dinas Pariwisata Kota Semarang, konser musik di Lawang Sewu berpotensi digelar secara rutin hingga empat kali dalam setahun. Hal ini diyakini akan memperkuat citra Semarang sebagai kota seni sekaligus destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Selain hiburan, acara ini juga memberi dampak ekonomi positif. Kunjungan wisatawan dengan kereta api meningkat, sementara UMKM lokal turut merasakan manfaat dari geliat pariwisata dan kegiatan seni budaya.
“Konser SoearaLoka bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan untuk datang ke Semarang menggunakan transportasi kereta api. Dengan dukungan penuh Dinas Pariwisata, kami optimistis kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang memperkuat citra Semarang sebagai kota seni sekaligus mendorong perekonomian daerah,” tutup Hendy Helmy. (*/Red)













