BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, mengungkap dugaan pungutan yang dilakukan Komite Sekolah SMKN 13 Kota Bandung kepada orang tua siswa. Informasi tersebut diterimanya melalui pesan langsung dari salah satu wali murid.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, merdeka! Sore hari ini saya dapat DM dari orang tua siswa SMKN 13 Bandung. Bunyinya gini, ‘Bapak tolong disidak Pak ke SMKN 13 di Bandung masih ada kontribusi, kontribusi’,” ujar Ono dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @ono_surono, pada Rabu (21/5/2025).
Menurut Ono, nominal yang disebutkan dalam laporan tersebut mencapai Rp5,5 juta per siswa, yang diunduh secara dicicil hingga kelas 12. “Kalau sumbangan diinginkan, itu berarti pungutan. Ini komite sekolah yang meminta,” tegasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menafsirkan sikap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilai belum mengambil tindakan terhadap praktik pungutan yang dilakukan oleh komite sekolah.
“Ini kenapa komite tidak ditindak ya oleh gubernur (Dedi Mulyadi)?” ujar Ono. Ia menilai, komite sekolah kerap kali menjadi pihak yang memberatkan orang tua siswa dengan dalih sumbangan.
Kami juga mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk segera menyetujui laporan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke SMKN 13 Kota Bandung.
“Tolong Pak Disdik ya, Plt, Plh, Kadisdik Provinsi Jawa Barat, tolong dicek. SMKN 13 Kota Bandung, kelas 11, dipungut Rp5,5 juta per siswa di seluruh jurusan. Tolong disikapi,” tandasnya.
“Hatur nuhun,” sahut Ono. (Sugiyanto)











