TEBING TINGGI (MAWARTA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas kecelakaan yang melibatkan KA Sribilah Utama relasi Rantau Prapat–Medan dengan sebuah minibus di Kota Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026) petang.
Insiden tersebut terjadi di perlintasan sebidang tidak terjaga kilometer 83+300, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Laut Tador dan Stasiun Tebing Tinggi.
KAI Sampaikan Duka dan Imbauan Keselamatan
Pelaksana Tugas Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan rasa simpati kepada para korban serta mengajak seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur kereta api.
“KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban. Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat melintasi perlintasan kereta api,” ujarnya kepada mawartanews, Kamis (22/1).
Kronologi Versi KAI
Menurut Anwar, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar lokasi kejadian, sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebagai tanda peringatan.
Namun, sebuah minibus tiba-tiba muncul dari arah samping dan melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti. Diduga, pengemudi tidak sempat memastikan kondisi jalur ke kanan dan kiri, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Lokomotif Rusak, KA Alami Kelambatan
Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. KAI kemudian mengirimkan lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi.
“Masinis, kru KA, serta seluruh penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.
Petugas KAI bersama kepolisian dan dibantu warga sekitar melakukan evakuasi minibus agar jalur kereta api kembali aman dilalui.
Sementara itu, seluruh penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan penanganan medis.
KA Sribilah Utama selanjutnya ditarik menuju Stasiun Tebing Tinggi untuk perbaikan lokomotif. Setelah dinyatakan layak jalan, kereta kembali diberangkatkan menuju Medan pada pukul 19.56 WIB dan mengalami kelambatan selama 84 menit.
KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas keterlambatan tersebut.
KAI Ingatkan Bahaya Perlintasan Sebidang
Menutup keterangannya, Anwar kembali mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi perlintasan sebidang.
“Tidak ada waktu yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Lebih baik kehilangan satu menit untuk waspada daripada kehilangan keselamatan dalam satu menit yang tidak bisa terulang,” tegasnya. (Son)













