MEDAN (MAWARTA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan ketersediaan tiket kereta api untuk masa angkutan Lebaran 2026 masih dalam kondisi aman. Sejak dibuka pada 25 Januari 2026, masyarakat sudah dapat memesan tiket keberangkatan mulai 11 Maret 2026 atau periode H-10 Lebaran.
Per Jumat (30/1/2026), pelanggan juga sudah bisa membeli tiket untuk keberangkatan 15 Maret 2026 atau H-5 Lebaran. KAI mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamankan perjalanan mudik lebih awal.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa lonjakan pembelian tiket di wilayah Sumatera Utara biasanya baru terjadi saat memasuki bulan Ramadan.
“Karakter penumpang kereta api di wilayah Sumatera Utara pada masa angkutan Lebaran memang masih landai ketika jauh hari. Biasanya, antusiasme meningkat saat sudah mendekati bulan puasa,” ujar Anwar dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, hal tersebut dipengaruhi oleh kepastian jadwal libur dari berbagai instansi, perusahaan, dan sekolah yang umumnya baru ditetapkan mendekati Hari Raya Idulfitri.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Divre I Sumatera Utara menyiagakan 5.616 kursi per hari. Kapasitas tersebut mencakup operasional 6 perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai serta 4 perjalanan KA Sribilah Utama rute Medan–Rantau Prapat.
KAI juga membagikan sejumlah strategi agar masyarakat tidak kehabisan tiket. Salah satunya dengan memilih tanggal keberangkatan alternatif di luar tanggal favorit. Jika tanggal utama telah penuh, pelanggan disarankan menggeser pencarian satu hari sebelum atau sesudahnya.
Strategi lainnya adalah melakukan pengecekan tiket secara berkala. Sistem secara otomatis akan membatalkan pemesanan yang tidak dibayar dalam batas waktu tertentu dan mengembalikan tiket tersebut ke sistem untuk bisa dipesan oleh pelanggan lain.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan metode “pecah rute” atau menggunakan kereta persambungan. Misalnya, membeli tiket Medan–Tebing Tinggi, lalu melanjutkan dengan tiket Tebing Tinggi–Tanjungbalai.
“Pastikan jarak waktu antara kedatangan dan keberangkatan kereta persambungan minimal 60 menit agar proses naik dan turun penumpang tetap nyaman dan aman,” tegas Anwar.
KAI mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, atau mitra penjualan resmi guna menghindari praktik percaloan dan harga di atas tarif yang ditetapkan.
Melalui persiapan sejak dini dan pemanfaatan berbagai tips tersebut, KAI berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 masyarakat Sumatera Utara dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan berkesan. (Son)













