SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EKONOMINUSANTARA

KAI Sumut Tambah Jadi 4 Perjalanan per Hari untuk Percepat Distribusi BBM

×

KAI Sumut Tambah Jadi 4 Perjalanan per Hari untuk Percepat Distribusi BBM

Sebarkan artikel ini
Kereta api pengangkut BBM milik KAI Divre I Sumatera Utara saat mendistribusikan bahan bakar ke wilayah Siantar dan Kisaran
Kereta api pengangkut BBM milik KAI Divre I Sumatera Utara saat mendistribusikan bahan bakar ke wilayah Siantar dan Kisaran. (Foto: Mawarta/Istimewa)

Medan (MAWARTA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara menyusul sempat terganggunya pasokan akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.

Percepatan distribusi ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Adapun jenis BBM yang diangkut melalui layanan angkutan kereta api meliputi Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian besar pada pola operasi angkutan BBM pascacuaca ekstrem.

“Kami menambah perjalanan kereta angkutan BBM dari sebelumnya dua perjalanan per hari menjadi empat perjalanan per hari untuk mengakomodir peningkatan kebutuhan dari Pertamina,” ujar As’ad dalam keterangan tertulisnya kepada mawarta, Senin (8/12).

BACA JUGA:  Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Raih Sukses Gemilang pada Dies Natalis ke-6 dan Wisuda Spektakuler

Kebijakan penambahan perjalanan ini mulai diberlakukan sejak 28 November 2025 hingga saat ini.

Sebelumnya, pada 24–27 November 2025, distribusi BBM ke sejumlah wilayah di Sumatera Utara sempat terganggu akibat cuaca buruk di perairan, yang menyebabkan keterlambatan kedatangan kapal tanker.

Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan stok BBM di sejumlah daerah, khususnya Siantar dan Kisaran.

Sebagai bentuk dukungan terhadap proses normalisasi pasokan, volume angkutan BBM melalui kereta api juga mengalami peningkatan signifikan.

Sebelum cuaca ekstrem, rata-rata angkutan tercatat sebanyak 42 gerbong ketel atau sekitar 1.428 kiloliter per hari.

Setelah intensifikasi dilakukan, jumlahnya meningkat menjadi 48 gerbong ketel atau sekitar 1.632 kiloliter per hari.

Distribusi BBM melalui moda kereta api saat ini melayani dua relasi utama, yakni Labuan – Siantar dan Labuan – Kisaran.

BACA JUGA:  Sehat Bersama: Pelindo Regional 1 Hadirkan Tenaga Medis dan Praktisi Kebugaran dalam Healthy Talk

Dalam satu rangkaian kereta api, terdiri dari 21 gerbong ketel untuk memastikan kapasitas angkut tetap optimal.

Dari sisi keselamatan, KAI memastikan seluruh operasional angkutan BBM tetap mengedepankan standar keamanan dan keandalan perjalanan, meski kondisi cuaca sempat ekstrem.

“Seluruh sarana kami pastikan dalam kondisi baik, laik operasi, serta dipantau secara ketat agar perjalanan kereta tetap aman dan lancar,” tegas As’ad.

Selain itu, KAI juga terus menjalin koordinasi intensif dengan Pertamina dalam menyesuaikan pola distribusi BBM sesuai kebutuhan pasar, mulai dari evaluasi stok di Labuan, permintaan di lapangan, hingga kecukupan sarana angkut.

“KAI berkomitmen penuh mendukung kelancaran pasokan energi nasional. Penambahan perjalanan kereta ini merupakan langkah strategis agar kebutuhan energi masyarakat, industri, dan layanan publik tetap terpenuhi,” pungkasnya. (Son)