MEDAN – Menyambut tingginya mobilitas masyarakat selama libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih teliti menjaga barang bawaannya.
Imbauan ini dilontarkan menyusul meningkatnya risiko barang tertinggal di kereta maupun di lingkungan stasiun.
“Selama periode Januari hingga akhir Juni 2025, kami telah menemukan tiga kasus barang berharga yang tertinggal di kereta api,” kata Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/6).
Adapun barang-barang yang ditemukan di antaranya berupa tablet, tas berisi laptop, hingga ponsel dan uang tunai, dengan total nilai mencapai Rp29,8 juta. Beruntung, semua barang tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
“Barang-barang itu sudah kami serahkan langsung kepada pemilik masing-masing. Bahkan untuk barang non-berharga seperti pakaian, charger, atau botol minum, tetap kami tangani secara prosedural,” lanjut As’ad.
Pihak KAI, kata dia, terus mengoptimalkan sistem penanganan barang tertinggal atau layanan “Lost and Found” agar pelanggan merasa aman dan nyaman selama perjalanan.
Penumpang yang kehilangan barang dapat melapor melalui petugas stasiun, Contact Center 121, WhatsApp 08111-2111-121, atau email ke (cs@kai.id).
Jika laporan segera diterima, dan barang ditemukan di tempat, maka pengembalian akan dilakukan langsung.
Namun jika belum ditemukan, KAI akan terus melakukan penelusuran dan memberikan pembaruan kepada pelapor melalui sambungan telepon.
Selain itu, setiap kali ditemukan barang tertinggal di stasiun atau dalam gerbong, petugas akan mengumumkannya melalui pengeras suara.
Bila dalam jangka waktu tertentu tidak ada pihak yang mengambil, barang tersebut akan disimpan di pos pengamanan dan diberi label khusus sebelum dimasukkan ke dalam sistem data “Lost and Found”.
“Sistem kami sudah terkoneksi secara online. Artinya, pelapor bisa mengakses layanan kehilangan barang dari stasiun mana pun,” ujar As’ad.
Meski demikian, ia tetap mengimbau agar pelanggan senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi ramai seperti saat musim liburan.
“Sekalipun kami siap membantu sepenuh hati, menjaga barang bawaan tetap menjadi tanggung jawab pribadi. Jadi, mohon untuk selalu memperhatikan barang masing-masing selama perjalanan,” tutupnya. (Son)













