MAWARTANEWS.com, DAIRI |
Jadi Praten Melta Purba, seorang warga yang tinggal di Desa Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, telah mencapai kesuksesan yang luar biasa melalui inovasinya dalam dunia peternakan.
Setelah mengalami kegagalan dalam usaha beternak sebelumnya, Jadi Praten Melta Purba menciptakan sebuah produk bernama Jimat Kebal Ternak (JKT), yang terbuat dari jamu herbal bakteri.
JKT, yang telah ia tekuni selama setahun terakhir, merupakan solusi inovatif bagi peternak di wilayah tersebut.
Produk ini diklaim mampu meningkatkan kesehatan dan kekebalan ternak, setelah Jadi Praten Melta Purba merasakan kegagalan dalam menjaga kesehatan hewan peliharaannya sebelumnya.
Dari hasil penjualan Jimat Kebal Ternak yang mencapai harga 30.000-50.000 perbotolnya, Jadi Praten Melta Purba berhasil membangun rumahnya dan mencatat omset yang mengesankan, dengan angka penjualan mencapai Rp 1.000.000 sampai 2.000.000 saat produk ini laris di pasaran.
Selain itu, Jimat Kebal Ternak juga diklaim memiliki manfaat yang beragam dan dapat digunakan untuk tanaman.
Cara penggunaannya sangat sederhana, yaitu dengan mencampur 5-10 CC JKT ke dalam satu liter air untuk ternak yang sehat, dan jika ternak sakit, dianjurkan untuk memberikan 5-10 CC JKT tanpa campuran air, guna meningkatkan kekebalan tubuh hewan.
Jadi Praten Melta Purba menjamin bahwa memberikan JKT secara rutin kepada hewan ternak akan memberikan jaminan kesehatan yang maksimal.
Kesuksesan Jadi Praten Melta Purba sebagai pencipta Jimat Kebal Ternak ini tidak hanya terbatas pada wilayahnya.
Ia juga telah diundang sebagai pembicara dalam acara gereja, berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.
Bahkan, beberapa pengusaha telah menawarkan harga 100 Juta Rupiah untuk memperoleh hak paten produk tersebut, namun Jadi Praten Melta Purba memilih untuk menjualnya dengan harga 1 Miliar Rupiah.
Bagi yang berminat memperoleh Jimat Kebal Ternak ini, proses pemesanannya dapat dilakukan melalui Shopee dan melalui kontak WhatsApp di nomor 085275153161.
Untuk pengiriman, pembayaran melalui transfer langsung akan diproses, dengan metode pembayaran langsung tanpa menggunakan sistem Cash on Delivery (COD). (Lamhot)













