SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRIMINAL

Jermal 15 Digerebek, Warga Minta Bandar Narkoba GS Segera Ditangkap

×

Jermal 15 Digerebek, Warga Minta Bandar Narkoba GS Segera Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Penggerebekan narkoba di Jermal 15 Medan dipimpin Kapolrestabes Medan
Penggerebekan narkoba di Jermal 15 Medan dipimpin Kapolrestabes Medan. (Foto: Mawarta/ Ist)

Medan (MAWARTA) – Penggerebekan besar-besaran yang dipimpin langsung Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak di kawasan Jermal 15 disambut rasa lega oleh masyarakat.

Wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba dan perjudian mendadak senyap usai operasi aparat.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Namun di balik ketenangan itu, warga masih menyimpan satu tuntutan besar: penangkapan bandar narkoba kelas kakap yang selama ini diduga mengendalikan jaringan di kawasan tersebut.

Nama seorang pria berinisial GS kembali mencuat di tengah masyarakat. Warga menyebut, nama itu bukan hal baru dan telah lama beredar sebagai sosok yang diduga memiliki kendali kuat atas peredaran narkotika di Jermal 15.

“Razianya kami apresiasi, bang. Sudah lama kami tunggu. Tapi yang paling penting itu bandarnya. Kalau di sini, yang sering disebut namanya GS,” ujar seorang warga kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).

Warga menilai, selama ini penindakan hukum kerap menyasar pengguna, kurir kecil, atau lokasi transaksi. Sementara para bandar besar yang diduga mengendalikan jaringan dari balik layar justru jarang tersentuh.

“Kalau cuma alatnya dirusak atau pemain kecil yang ditangkap, tidak lama pasti muncul lagi. Bandarnya itu yang harus ditangkap supaya benar-benar bersih,” ungkap warga lainnya.

BACA JUGA:  Sepekan, Polres Karo Amankan 6 Pengedar Narkoba 

Masyarakat mengaku, peredaran narkoba di Jermal 15 telah berlangsung lama dan menimbulkan keresahan serius. Tidak sedikit generasi muda yang disebut terjerumus, sementara lingkungan sekitar kerap mendapat stigma negatif akibat aktivitas ilegal tersebut.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan memimpin langsung operasi besar di Jermal 15 usai Apel Lilin 2025 dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar di Komplek Metro Link, Jalan AH Nasution.

Operasi itu melibatkan personel Brimob Polda Sumatera Utara, Satnarkoba Polrestabes Medan, Satreskrim, serta tim khusus bentukan Kapolrestabes Medan.

Dengan pengamanan ketat, petugas menyisir gang-gang sempit, rumah-rumah yang dicurigai, hingga lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan konsumsi narkoba serta arena perjudian ilegal.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan, mulai dari alat isap narkoba (bong), narkotika yang diduga siap edar, mesin judi dingdong, hingga meja judi tembak ikan.

Tak hanya menyita barang bukti, aparat juga merusak fasilitas yang digunakan pelaku agar tidak dapat difungsikan kembali.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memutus mata rantai kejahatan narkoba dan perjudian.

BACA JUGA:  Polrestabes Medan Bongkar Puluhan Kasus Narkoba Selama 72 Hari Operasi Intensif

Kapolrestabes Medan menegaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku narkoba dan perjudian di wilayah hukumnya.

“Tidak ada kata mundur. Siapa pun yang terlibat, baik bandar, pengedar, maupun pelaku perjudian, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga memastikan operasi serupa akan terus digelar secara berkelanjutan dan menyasar lokasi-lokasi lain yang selama ini dicurigai sebagai kampung narkoba.

“Ini bukan operasi terakhir. Kami akan terus bergerak. Medan harus bersih dari narkoba dan penyakit masyarakat,” ujarnya.

Mendengar pernyataan tersebut, warga berharap aparat segera menindaklanjuti informasi yang berkembang di lapangan terkait dugaan bandar besar berinisial GS.

Mereka menilai, pengungkapan bandar besar akan menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam memutus jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Kami siap bantu polisi. Kalau memang serius, kami siap beri informasi. Yang penting bandarnya ditangkap,” kata seorang warga.

Kini, harapan masyarakat Jermal 15 tertuju pada langkah lanjutan Polrestabes Medan.

Warga berharap kawasan mereka tidak lagi dikenal sebagai sarang narkoba, melainkan berubah menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari peredaran barang haram.