SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Hendrik Tarigan Bangun Sasana The Monster Camp di Karo

×

Hendrik Tarigan Bangun Sasana The Monster Camp di Karo

Sebarkan artikel ini

KARO – Mantan atlet nasional wushu sanda, Hendrik Tarigan, membuktikan bahwa pengabdian pada olahraga tak berhenti ketika medali sudah didapat.

Peraih dua medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) ini kini membangun sasana bela diri di kampung halamannya, Kabupaten Karo.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bertempat di kawasan Zorey House, Berastagi tepat di belakang SPBU Halilintar Raya Hendrik mendirikan The Monster Camp, pusat pelatihan olahraga tarung (combat sport) yang ia dedikasikan untuk mencetak generasi petarung masa depan dari Tanah Karo.

“The Monster Camp hadir untuk membentuk atlet muda yang disiplin dan menjadikan Karo sebagai kiblat olahraga tarung di Sumatera Utara,” ujar Hendrik saat ditemui Mawartanews, Selasa (27/5)

Hendrik Tarigan bukan nama asing di dunia wushu Indonesia. Ia pernah menyabet emas di PON XVIII Riau (2012) dan PON XIX Jawa Barat (2016), serta meraih delapan gelar juara nasional wushu sanda berturut-turut dari 2010 hingga 2017.

BACA JUGA:  Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan Adakan Posko Antisipasi Tawuran Dan Nataru

Setelah mengakhiri karier wushu pasca meraih emas di Kejurnas Road to Asian Games 2018, Hendrik hijrah ke dunia pertarungan profesional MMA.

Mengusung nama panggung “The Monster Karo,” Hendrik bertarung delapan kali di ajang One Pride MMA dan memenangkan tujuh laga.

Satu-satunya kekalahan ia terima dari Jeka Saragih—petarung asal Sumut pertama yang menembus pentas UFC.

Kini, kecintaannya pada kampung halaman mendorong Hendrik untuk menularkan semangat juangnya kepada generasi muda.

Ia juga mulai memperkenalkan The Monster Camp ke sekolah-sekolah di Kabupaten Karo agar olahraga bela diri tumbuh sejak dini.

Tak hanya itu, Hendrik juga aktif menggelar pertarungan profesional di Karo lewat ajang “Ringkina Fight”.

BACA JUGA:  Danrem 081/DSJ Apresiasi Pagelaran Wayang Kulit di Yonif Para Raider 501/BY

Sudah tiga seri Ringkina Fight digelar, termasuk duel spektakuler antara Tony Hutapea, juara Kick Boxing ASEAN Games dan PON XXI, melawan Rio Gunawan, atlet nasional wushu sanda.

“Sebentar lagi kami hadirkan Ringkina Fight Series 4, Road to One Pride. Ini ajang hiburan sekaligus panggung bagi atlet lokal,” kata Hendrik.

Warga Karo menyambut hangat kehadiran pelatihan dan event semacam ini. Selain menjadi sarana pengembangan bakat, olahraga tarung juga dinilai dapat menjauhkan anak muda dari bahaya narkoba.

“Olah raga combat sport akan terus berkembang di Indonesia dan harus kita dukung bersama,” ujar Hendrik. (Hasan)