MAWARTANEWS.com, SURABAYA |
Dalam upaya menghadapi tuntutan era teknologi ramah lingkungan, Prof. Dr. Ir. Agoes Santoso MSc, Guru Besar ke-170 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memberikan perhatian khusus pada peran kampus dalam industri pertahanan.
Menyoroti ITS sebagai pilar keempat dalam pengembangan industri pertahanan nasional yang berwawasan lingkungan, Agoes memaparkan visi progresifnya.
Agoes, dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan, menyampaikan bahwa kampus teknik di Indonesia harus menonjol dalam mengembangkan alat utama sistem senjata (alutsista) di era teknologi ramah lingkungan.
“Kini, kampus tidak hanya menjadi tempat diskusi teoritis, tetapi juga menjadi pusat penelitian dengan produk teknologi unggulan,” katanya.
Pendekatan untuk memenuhi tuntutan alutsista ramah lingkungan melibatkan penurunan tingkat polusi dan peningkatan efisiensi. Dalam konteks kemaritiman, peningkatan efisiensi motor bakar menjadi fokus untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan polusi udara, ungkap Agoes.
Dosen asal Tulungagung ini menekankan solusi yang melibatkan efisiensi, kelestarian sumber daya, dan pengelolaan dampak lingkungan.
“Penurunan emisi gas buang di kapal merupakan salah satu aspek yang diatur oleh pemerintah Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO),” jelasnya.
Agoes menciptakan solusi dengan mengembangkan alutsista yang mempertimbangkan dampak lingkungan, potensial untuk mengurangi dampak polusi di tingkat nasional dan global.
“Kampus teknik dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembangkan teknologi militer yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa,” tegasnya.
Gagasan untuk mengintegrasikan perguruan tinggi sebagai pilar keempat dalam industri pertahanan nasional diharapkan memberikan kontribusi signifikan, baik secara teknis maupun finansial.
“Perguruan tinggi harus memahami bahwa industri pertahanan terus berkembang, dan penelitian harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” papar Agoes.
Sebagai alumnus S3 Teknik Kelautan ITS, Agoes menekankan langkah progresif kampus teknik dalam menggabungkan inovasi teknologi dengan kelestarian lingkungan.
“Dengan komitmen ini, perguruan tinggi sebagai pilar keempat industri pertahanan nasional memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan alutsista yang ramah lingkungan,” tandasnya. (Dedy Hutajulu)













