SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRIMINALNUSANTARA

Dugaan Barak Narkoba di Jermal 15 dan Selambo Kian Terang-Terangan, Warga Resah tapi Takut Bersuara

×

Dugaan Barak Narkoba di Jermal 15 dan Selambo Kian Terang-Terangan, Warga Resah tapi Takut Bersuara

Sebarkan artikel ini
Peredaran narkoba di Jermal 15 dan Selambo
Ilustrasi suasana dua barak yang diduga menjadi lokasi aktivitas penyalahgunaan narkoba di kawasan Jermal 15 dan Selambo. (Foto: Mawarta/Ai)

Medan (MAWARTA) – Aktivitas dugaan peredaran narkoba di kawasan Jermal 15, Percut Sei Tuan, disebut warga semakin terbuka.

Bahkan, lokasi serupa kini dikabarkan merambah ke kawasan Selambo, tepatnya di lahan garapan eks PTPN II yang tak jauh dari SMPN 13 Medan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Medan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan tidak jauh dari lokasi, seorang berinisial GS disebut-sebut kerap dikaitkan sebagai sosok yang berpengaruh di dua titik tersebut.

Meski GS sebelumnya telah membantah mengetahui aktivitas peredaran sabu di Jermal 15, beberapa warga dan orang yang mengaku pernah berada di sekitar lokasi menyebut namanya sebagai figur yang dihormati di kawasan itu.

Selain GS, di lokasi Selambo terdapat pula dugaan keterlibatan seorang oknum organisasi kepemudaan berinisial S, yang oleh warga disebut sebagai adik kandung GS. Namun sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari aparat mengenai kebenaran informasi tersebut.

BACA JUGA:  Polrestabes Medan Bongkar Puluhan Kasus Narkoba Selama 72 Hari Operasi Intensif

Ironisnya, dugaan barak narkoba di Selambo berada tidak jauh dari kantor pemerintah dan sekolah menengah. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama terkait dampaknya terhadap generasi muda.

Hasil penelusuran media ini mendapati kondisi barak di Selambo memiliki kemiripan dengan lokasi serupa di Jermal 15.

Aktivitas keluar-masuk sejumlah orang tampak cukup mencolok, sehingga warga menduga tempat tersebut memang beroperasi secara terbuka.

Namun, sebagian besar masyarakat sekitar enggan bersuara.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku masyarakat setempat enggan melakukan protes.

Selain rasa takut terhadap oknum preman yang mengaku terafiliasi dengan organisasi kepemudaan tertentu, sebagian warga disebut sudah menerima bantuan sembako secara rutin dari pihak tertentu.

“Warga di sini nggak ada yang berani komplain, bang. Takut diserang preman atau OKP. Ada juga yang sudah terlanjur senang dikasih beras setiap Jumat,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kaki Pencuri Sepeda Motor Pendeta Ditembak Polisi

Warga tersebut juga menyebut adanya dugaan hubungan tak sehat antara pihak tertentu dengan oknum aparat. Namun informasi itu masih berupa persepsi warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Mungkin saja, bang. Soalnya sudah beberapa kali digerebek, tapi lokasi itu malah tambah ramai. Sekarang sudah buka pula di Selambo dekat sekolah. Kalau benar ada yang menyokong, tentu ini bahaya untuk moral anak-anak,” katanya.

Butuh Penindakan Tegas

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera memberikan kejelasan dan melakukan langkah konkret terkait aktivitas di dua lokasi tersebut.

Transparansi penanganan dinilai penting agar spekulasi liar tidak terus berkembang.

Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kepolisian setempat mengenai dugaan aktivitas narkoba di Jermal 15 dan Selambo. Namun hingga berita ini diturunkan, permintaan konfirmasi belum mendapatkan jawaban. (Jos)