SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWSNUSANTARA

Diperkirakan 20 H Kawasan Hutan Tongging Terbakar, Kinerja Ka UPT KPH XV Dipertanyakan, Daris Kaban : Untuk Apa Mereka Digaji

×

Diperkirakan 20 H Kawasan Hutan Tongging Terbakar, Kinerja Ka UPT KPH XV Dipertanyakan, Daris Kaban : Untuk Apa Mereka Digaji

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, KARO |

Diduga Kurang lebih 20 Hektar Kawasan Hutan di Perbukitan Dolok Panggulangan, Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo ludes dilalap sijago merah. Pada hari Sabtu, (28/72023) sore tepatnya Pukul 17.30 WIB.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Atas informasi tersebut Polres Tanah Karo bersama Polsek Tigapanah dan Koramil Tigapanah langsung meluncur ke TKP untuk melakukan upaya pemadaman dan berkoordinasi dengan Damkar Pemda Karo.

“Benar telah terjadi kebakaran lahan di Perbukitan Dolok Panggulangan, Desa Tongging, semalam sudah kita turunkan personil bersama Damkar menuju ke TKP untuk melakukan upaya pemadaman di lokasi,” ujar Kapolres Tanah Karo AKBP Wahyudi Rahman, S.H, S.I.K, M.M, didampingi Kapolsek Tigapanah AKP H. Sihotang, S.H, saat dikonfirmasi awak media. Minggu (30/7/2023)

Lanjutnya lagi, “api membesar membakar lahan diperkirakan seluas sekitar 20 Ha lahan kosong yang ditumbuhi semak dan kayu putih hingga mendekati kafe Sapo Juma dan sampai dengan pukul 22.00 WIB, upaya pemadaman masih dilaksanakan dengan dua unit mobil Damkar dibantu Personel Gabungan Piket Fungsi Satreskrim Tanah Karo, Polsek Tigapanah, Koramil Tigapanah dan Damkar Pemkab Karo, namun belum dapat dipadamkan seluruhnya karena sulitnya medan yang bertebing curam dan situasi angin kencang,” jelasnya

BACA JUGA:  Rapat Pembahasan Tentang Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan, Warga Kabung - Siberteng Menolak, Kabag Ops Polres Tanah Karo: Kami Dari TNI Polri Berharap Ada Solusi

Masih menurut AKBP Wahyudi, “bahwa hingga pagi tadi, Minggu (30/7/2023) sekira pukul 06.00 WIB, api baru berhasil di padamkan dengan Personil masih stand by di sekitar lokasi.

Dan penyebab kebakaran dan asal mula api belum dapat diketahui dikarenakan api kondisi penerangan yang minim saat malam tadi dan lokasi berada di lereng curam perbukitan diatas Danau Toba, namun akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Kapolres tanah karo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah ataupun membuang puntung rokok di areal hutan/lahan yang berpotensi api akan dengan cepat menyebar.

“Apalagi jika dilakukan dengan sengaja membakar hutan/lahan, ada sanksi pidananya, dan kita akan tindak tegas kepada pelaku pembakaran hutan/lahan”, tegasnya.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena yang terbakar adalah lahan kosong yang ditumbuhi semak dan kayu, untuk kerugian materil juga belum dapat diperkirakan. Kita akan berkoordinasi dengan KPH XV Kabanjahe untuk mengambil titik koordinat guna mengetahui apakah lahan yang terbakar masuk ke dalam kawasan hutan atau tidak,” Beber AKBP Wahyudi.

BACA JUGA:  Polisi Tembak Kaki Pencuri Sepeda Motor di Kos-kosan Padang Bulan

Terpantau hingga saat ini ada 2 (Dua) unit Mobil Damkar milik Pemkab Karo juga masih Standby di Caffee SAPO JUMA, mengantisipasi masih adanya titik api yang dapat merambat luas atau ke pemukiman masyarakat.

Dilain tempat, Ketua DPD Walantara Kab Karo Daris Kaban saat diminta tanggapannya prihal kebakaran lahan dan hutan tersebut mengatakan, dari kejadian ini yang layak kita pertanyakan adalah kinerja dari Pejabat UPT KPH XV dan juga tim opsnal dari Manggala Agni yang terkesan kurang sigap mengatasi musibah kebakaran kawasan hutan.

“Karna ini tidak hanya tugas dari aparat kepolisian semata, melainkan tugas dan tanggungjawab mereka (dinas kehutanan) untuk dapat setiap waktu mengemban amanah menjaga kelestarian kawasan hutan,” ujar Daris

Daris Kaban menambahkan, “untuk apa mereka digaji Negara kalau tidak bisa menjalankan tupoksinya. Terkait hal ini hendaknya menjadi bahan oleh Kadis LHK Provsu agar mengevaluasi kembali kinerja bawahannya di lapangan. Kalau mereka tidak siap menjalankan tugasnya, ngapain dipertahankan.” Kesalnya.