SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Dinsos Musi Rawas Fasilitasi Pemulangan Remaja Terlantar Asal Payakumbuh

×

Dinsos Musi Rawas Fasilitasi Pemulangan Remaja Terlantar Asal Payakumbuh

Sebarkan artikel ini

Musi Rawas (MAWARTA) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas (Mura) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan kemanusiaan.

Kali ini, perhatian ditujukan kepada seorang remaja berusia 14 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat, bernama Aditiya Putra, yang ditemukan dalam kondisi terlantar di wilayah Kecamatan Tugumulyo.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Aditiya ditemukan oleh personel Kepolisian Sektor (Polsek) Tugumulyo dalam kondisi lemah dan kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh dengan ketidakpastian.

Tak butuh waktu lama, pihak Polsek langsung membawa remaja tersebut ke Kantor Dinas Sosial Musi Rawas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas, Dr. Dien Chandra, SH, MH, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Yusi Anedi, S.IP, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung merespons cepat laporan dari kepolisian.

“Kami kedatangan personel dari Polsek Tugumulyo yang mengantarkan seorang warga asal Payakumbuh bernama Adit. Setelah kami mintai keterangan, ternyata dia sudah sekitar satu minggu terlantar dalam perjalanan,” jelas Yusi saat dikonfirmasi pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Menurut keterangan Aditiya, ia meninggalkan kampung halamannya bersama empat orang temannya dengan tujuan yang tidak jelas.

Mereka mengandalkan tumpangan kendaraan dari satu daerah ke daerah lain sambil mengamen untuk bertahan hidup. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di Lahat, teman-temannya meninggalkannya seorang diri.

“Saya berangkat berlima dari Payakumbuh. Kami numpang dari mobil ke mobil sambil ngamen. Tapi waktu sampai di Lahat, teman-teman saya tinggalin saya sendirian. Dari situ saya takut dan akhirnya jalan kaki numpang mobil, dua hari perjalanan baru sampai di sini jam 6 pagi tadi,” tutur Adit penuh haru.

BACA JUGA:  Terima Silaturahmi Redaksi Harian Waspada, Rico Waas Paparkan Program Sapa Warga Atasi Langsung Permasalahan

Dalam kondisi kelelahan, lapar, dan kebingungan, Adit kemudian ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

Mendapatkan informasi tersebut, Dinsos Musi Rawas segera melakukan koordinasi lintas daerah. Mereka menghubungi Dinas Sosial Kota Payakumbuh dan Polsek setempat untuk memastikan identitas serta keberadaan keluarga Aditiya.

Langkah ini merupakan bagian dari prosedur tetap dalam menangani warga terlantar lintas daerah.

“Kami ingin memastikan dia bisa pulang dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarganya. Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami,” terang Yusi.

Lebih lanjut, pihak Dinsos sebenarnya sempat menawarkan agar Adit dirawat sementara waktu di panti sosial milik pemerintah sebelum dipulangkan, namun Adit menolak dan menyampaikan keinginannya untuk segera kembali ke rumah.

“Kami sudah beri opsi untuk dirawat dulu di panti, tapi dia tidak mau. Karena itu kami bantu proses kepulangannya langsung. Prinsipnya, selama menyangkut kemanusiaan, Dinsos siap turun tangan,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Adit hanya tinggal bersama ibunya yang bernama Tutut di Payakumbuh. Ia sangat berharap dapat segera kembali dan memeluk ibunya setelah perjalanan panjang yang penuh tantangan ini.

BACA JUGA:  Mengenal Inovasi Dinas Pertanian "Tegulah Petani" Intensifikasi Penggunaan Lahan Melalui Penerapan Teknologi Fertigasi

Sebagai bentuk komitmen, Dinsos Mura telah menyiapkan segala kebutuhan perjalanan Adit, mulai dari transportasi hingga logistik selama perjalanan.

Proses pemulangan dilakukan melalui jalur darat, dengan memastikan bahwa Adit ditemani dan dipantau hingga sampai di tujuan.

“Semalam sudah kami antarkan Adit ke loket travel atau bus menuju Payakumbuh. Kami terus pantau keberangkatannya dan akan berkoordinasi dengan Dinsos setempat untuk menyambut kedatangan dia,” jelas Yusi.

Langkah cepat dan sigap Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Kepekaan terhadap kondisi warga, meski bukan berasal dari wilayah administratif Musi Rawas, menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.

Dinsos Mura juga kembali mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melapor apabila menemukan kasus serupa.

Menurut Yusi, kerja sama antara masyarakat, kepolisian, dan instansi terkait sangat dibutuhkan dalam menangani persoalan sosial yang terjadi di lapangan.

“Tanpa laporan dari warga dan respons cepat kepolisian, kami mungkin tidak bisa bertindak secepat ini. Sinergi semua pihak sangat penting dalam urusan kemanusiaan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Aditiya Putra telah dalam perjalanan menuju Payakumbuh dan dipastikan akan sampai dalam kondisi aman.

Pihak Dinas Sosial Musi Rawas terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam isu-isu kemanusiaan lintas wilayah. (*)