SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KRIMINALNUSANTARA

Diduga Tutup Mata, Kapolres Asahan Disorot Soal Maraknya Perjudian To9el dan Tembak Ikan

×

Diduga Tutup Mata, Kapolres Asahan Disorot Soal Maraknya Perjudian To9el dan Tembak Ikan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Perjudian mesin tembak ikan. (Foto: Istimewa)

Asahan (MAWARTA) – Maraknya praktik perjudian di wilayah hukum Polres Asahan, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan publik.

Warga menilai aparat kepolisian seolah menutup mata terhadap fenomena yang meresahkan tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bahkan, muncul dugaan kuat bahwa para bandar sudah “bermain aman” dengan memberikan setoran tertentu agar aktivitas mereka bisa tetap beroperasi.

Sejumlah keluhan masyarakat telah disampaikan melalui pemberitaan dan laporan ke pihak berwajib.

Namun, hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. untuk memberantas praktik haram yang kian meluas itu.

Kondisi ini menimbulkan anggapan bahwa kepolisian tidak serius menindak penyakit masyarakat yang jelas-jelas merusak moral dan ketertiban sosial.

Warga menuturkan, jenis judi yang paling banyak dijumpai di wilayah Asahan antara lain togel (toto gelap) dan judi mesin tembak ikan.

Keduanya mudah ditemui, baik di pusat kota maupun di kawasan pinggiran seperti warung kopi, kedai tuak, dan lokasi hiburan malam.

BACA JUGA:  Polda Sumut Amankan 5 Pelaku Penyelewengan BBM Bio Solar Bersubsidi

“Kalau di sini, Bang, togel itu ada tiga kali putaran. Sidney keluar jam 2 siang, SGP jam 6 sore, dan Hongkong jam 11 malam. Hadiahnya seribu rupiah bisa jadi tujuh puluh ribu,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada MAWARTA, Kamis (23/10/2025).

Selain togel, judi tembak ikan juga disebut marak di sejumlah titik, seperti Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, dan sekitar Terminal Kisaran.

Dari pantauan wartawan, tampak para pemain asik memainkan stik di meja elektronik dengan suasana ramai dan lalu-lalang pengunjung keluar masuk lokasi.

“Miris lihatnya, Bang. Di zaman sesulit ini, buat makan saja susah, apalagi kalau uangnya dihabiskan buat judi,” keluh warga lainnya.

Ia menambahkan, “mesin judi tembak ikan ini bang kami dengar diduga inisial Mar alias Tin,” Jelasnya.

Masyarakat berharap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., serta Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh turun tangan menertibkan praktik perjudian di Asahan.

BACA JUGA:  Wabup Asahan Hadiri Apel Siaga Kebangsaan di Lingkungan Kemenag Kabupaten Asahan

Mereka meminta agar komitmen pemberantasan segala bentuk judi yang selama ini digaungkan Polda Sumut benar-benar ditegakkan di lapangan.

Seorang warga Asahan, H Budi Manurung, juga mengaku heran dengan kondisi tersebut.

“Dulu waktu Kapolres sebelumnya, lokasi perjudian di Asahan itu tutup, Pak. Sekarang kok malah buka lagi?” ujarnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani membalas singkat, “Terima kasih infonya,” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait maraknya judi di wilayah hukumnya.

Fenomena ini menjadi cermin bahwa penegakan hukum terhadap perjudian masih lemah di tingkat lokal.

Jika dibiarkan, bukan hanya ketertiban yang terganggu, tetapi juga masa depan generasi muda yang kian terpapar dengan budaya instan dan candu taruhan.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata aparat kepolisian untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, demi mewujudkan Asahan yang bersih dan bermartabat. (Amri Lubis)