SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

“Udara Tak Lagi Segar”: Warga Kutambaru dan Mardingding Keluhkan Debu Truk Dolomit

×

“Udara Tak Lagi Segar”: Warga Kutambaru dan Mardingding Keluhkan Debu Truk Dolomit

Sebarkan artikel ini
Jalan berdebu akibat truk pengangkut dolomit dari lokasi Galian C Bungus di Desa Mardingding, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo
Truk pengangkut dolomit melintas di jalan berdebu dari lokasi Galian C Bungus, Desa Mardingding, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. (Foto: MAWARTA)

Karo (MAWARTA) – Warga Desa Kutambaru dan Desa Mardingding, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, menyuarakan keresahan atas debu tebal yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan Galian C dolomit di kawasan Bungus, Desa Mardingding, serta lalu lalang truk pengangkut material yang melintas setiap hari.

Keluhan warga menguat seiring kemarau panjang yang menyebabkan jalanan kering dan debu beterbangan tanpa henti.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Akibatnya, kualitas udara di sekitar permukiman dan jalur utama menuju desa dinilai semakin memburuk.

“Setiap kali kami mau keluar desa Kutambaru, yang kami hirup bukan lagi udara segar, tapi debu. Tenggorokan perih, mata pedih,” ujar seorang warga kepada MAWARTA, Rabu (4/2/2026).

Keluhan serupa juga datang dari warga Desa Mardingding dan masyarakat yang beraktivitas keluar-masuk kampung dari arah Desa Tiganderket. Debu disebut menyelimuti badan jalan, hingga tanaman di sekitar perladangan.

BACA JUGA:  Promo Kelana Berkah Bersama Keluarga, PT KAI Divre I Sumut Berikan Diskon 20 Persen Pembelian Tiket KA Sribilah Utama

Warga menilai, selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini berpotensi mengancam kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pengendara yang setiap hari terpapar partikel debu dari aktivitas angkutan dolomit.

“Kami khawatir dampaknya jangka panjang. Anak-anak sering batuk, kami juga sesak napas. Jangan sampai ini dibiarkan,” tambah warga lainnya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Karo untuk turun tangan secara serius, mulai dari pengawasan operasional truk, hingga penertiban jam lintasan kendaraan berat dari dan menuju lokasi tambang.

Warga juga mendesak adanya evaluasi perizinan dan dampak lingkungan dari aktivitas Galian C dolomit di Bungus, Desa Mardingding, agar tidak merugikan kesehatan dan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan aman. (Son)