SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Cipayung Plus Medan Akan Demo Tuntut Pencopotan Kapolrestabes

×

Cipayung Plus Medan Akan Demo Tuntut Pencopotan Kapolrestabes

Sebarkan artikel ini
Aliansi mahasiswa Cipayung Plus Medan menyampaikan rencana aksi di Mapolrestabes Medan
Aliansi Cipayung Plus Kota Medan berencana menggelar aksi unjuk rasa menyoroti penegakan hukum dan kinerja Polrestabes Medan. (Foto: Mawarta/Abdul)

Medan (MAWARTA) – Aliansi Cipayung Plus Kota Medan yang terdiri dari KAMMI, PMII, PMKRI, HIMMAH, IMM, dan GMNI berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat, 27 Februari 2026.

Aksi tersebut mengusung tuntutan pencopotan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Aksi disebut sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kondisi penegakan hukum serta respons atas sejumlah peristiwa yang dinilai mencederai prinsip keadilan di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Koordinator aksi dari unsur mahasiswa menyebut, unjuk rasa juga dipicu dugaan tindakan represif terhadap kader HIMMAH saat aksi demonstrasi di depan Mapolrestabes Medan pada 9 Februari 2026 lalu.

Selain itu, aliansi mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan penegakan hukum di Medan, mulai dari pemberantasan judi online dan narkoba yang dinilai belum menyentuh aktor utama, hingga penanganan sejumlah kasus kekerasan dan dugaan kriminalisasi warga.

BACA JUGA:  Kapolrestabes Medan Cek Pospam Nataru Pastikan Kesiapan Personel

Ketua PD KAMMI Kota Medan, Muhammad Amin Siregar, menilai masih terdapat persoalan transparansi dalam proses penegakan hukum.

Ia mencontohkan penerapan restorative justice terhadap seorang pejabat daerah berinisial ED dalam perkara penipuan yang dinilai perlu dikaji ulang karena berpotensi mengandung unsur penyalahgunaan jabatan publik.

Mahasiswa juga menyoroti lambannya pengusutan sejumlah kasus kekerasan, termasuk pembacokan terhadap seorang warga di kawasan hiburan malam serta dugaan penganiayaan terhadap wartawan yang disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Selain itu, mereka menyinggung praktik percaloan dalam pengurusan SIM di Satlantas Polrestabes Medan yang dinilai masih marak terjadi.

Aliansi Cipayung Plus Kota Medan menyatakan solidaritas terhadap gerakan mahasiswa di berbagai daerah yang dinilai mengalami tekanan aparat, serta menyerukan reformasi kultural di tubuh institusi kepolisian.

Adapun tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi tersebut antara lain:

•Mengutuk dugaan tindakan represif aparat terhadap mahasiswa saat aksi demonstrasi.

BACA JUGA:  Satpam Komplek Dibacok Dua Orang di Jalan Murai

•Mendorong reformasi di tubuh Polri, khususnya di wilayah hukum Polrestabes Medan.

•Mendesak Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengundurkan diri dari jabatan Kapolrestabes Medan.

•Meminta Kapolri dan Kapolda Sumut melakukan evaluasi dan pencopotan jabatan Kapolrestabes Medan.

•Meminta Komisi III DPR RI melakukan pengawasan terhadap penegakan hukum.

•Mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam proses penegakan hukum.

•Menghentikan segala bentuk represivitas dan kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polrestabes Medan terkait rencana aksi dan tuntutan yang disampaikan Aliansi Cipayung Plus Kota Medan. (Abd)