SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EKONOMI

Capaian APBN Sumut 2024: Peningkatan PNBP dan Penerimaan Pajak

×

Capaian APBN Sumut 2024: Peningkatan PNBP dan Penerimaan Pajak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi APBN (Foto: Istimewa)

MEDAN – Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara mengumumkan pencapaian kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah ini untuk Semester I Tahun 2024.

Laporan ini menyoroti berbagai aspek penting, mulai dari penerimaan pajak dan kepabeanan hingga belanja negara serta proyek strategis nasional, yang menunjukkan perkembangan dan tantangan dalam pengelolaan keuangan negara di Sumatera Utara.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pendapatan APBN

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumut I, Arridel Mindra, menyatakan bahwa pada paruh pertama tahun 2024, pendapatan APBN di Sumatera Utara mencapai Rp14,26 triliun, mengalami kontraksi sebesar 16,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) berhasil mencatatkan pertumbuhan positif, mencapai Rp1,43 miliar dengan peningkatan sebesar 6,31%.

Pertumbuhan PNBP ini didorong oleh pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) yang melonjak hingga 25,26%.

Penerimaan Pajak dan Kepabeanan

Penerimaan pajak hingga akhir Juni 2024 tercatat sebesar Rp15,03 triliun, mencapai 38,42% dari target yang telah ditetapkan.

Jenis pajak dengan pertumbuhan tertinggi adalah PPh Final dengan pertumbuhan sebesar 28%.

BACA JUGA:  Belanja Negara di Sumut Capai Rp13,61 Triliun hingga Akhir Maret 2025

Di sektor kepabeanan, penerimaan Bea Masuk mencatat pertumbuhan 176,61%, dengan realisasi penerimaan sebesar Rp848,45 miliar dari target Rp1,59 triliun.

Penerimaan Bea Keluar dan Cukai juga menunjukkan pertumbuhan signifikan masing-masing sebesar 58,50% dan 41,15%.

Belanja Negara

Belanja negara di Sumatera Utara pada Semester I Tahun 2024 tercatat sebesar Rp31,99 triliun, meningkat sebesar 15,47%.

Belanja Pemerintah Pusat di Sumatera Utara mencapai Rp10,97 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi pada Belanja Barang yang mencapai 37,44%.

Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) terealisasi sebesar Rp21,03 triliun, atau 47,58% dari pagu yang telah ditetapkan, meskipun Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik mengalami kontraksi sebesar 47,87%.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi)

Penyaluran KUR di Sumatera Utara pada Semester I Tahun 2024 menunjukkan tren positif dengan total penyaluran mencapai 33,80% dari plafon penyaluran dan 112,15% dari target debitur baru.

Penyaluran terbesar berada di Kota Medan, yang mendominasi sektor perdagangan besar dan eceran serta pertanian.

BACA JUGA:  PLN Operasikan Jalur Kedua Transmisi 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa, Listrik Aceh Makin Andal

Sektor-sektor ini menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan ekonomi mikro di Sumatera Utara.

Penyaluran UMi juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 91,06%, didorong oleh peningkatan jumlah debitur.

Kesimpulan dan Harapan

Secara keseluruhan, kinerja APBN di Sumatera Utara pada Semester I Tahun 2024 menunjukkan hasil yang positif di beberapa sektor, meskipun masih ada tantangan dalam mencapai target pendapatan.

Upaya peningkatan penerimaan melalui pajak, kepabeanan, dan cukai harus terus diakselerasi.

Proyek-proyek strategis nasional dan penyaluran KUR serta UMi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.

Peningkatan infrastruktur dan pengelolaan keuangan yang efisien akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di provinsi ini.

Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan APBN agar dana yang dikelola dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara.