KARO (MAWARTA) – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr.dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menghadiri seremoni serah terima bantuan Instore Dryer (rumah pengering) sekaligus Gerakan Penanaman Bawang Merah yang dipusatkan di Desa Selandi, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya pada aspek peningkatan kualitas dan penanganan pascapanen.
Bantuan sarana prasarana tersebut berasal dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah.
Bupati Karo menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan nyata terhadap petani di Kabupaten Karo.
Menurutnya, persoalan pertanian tidak hanya berhenti pada ketersediaan bibit dan pupuk, melainkan sangat ditentukan oleh proses pascapanen.
“Banyak petani bisa panen dengan hasil baik, tetapi jika proses pengeringan tidak optimal, kualitas menurun dan tingkat susut tinggi. Akibatnya, petani terpaksa menjual dengan harga murah,” ujar Bupati dalam keterangannya diterima Mawarta, Kamis (22/1).
Ia menegaskan, dengan adanya instore dryer, bawang merah hasil pertanian Karo diharapkan memiliki daya simpan lebih lama, kualitas yang lebih terjaga, serta mampu bersaing di pasar.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa bawang merah bersama cabai merupakan komoditas strategis yang kerap memicu inflasi dan berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Dengan menjaga kualitas produksi bawang merah di Kabupaten Karo, lanjutnya, secara tidak langsung turut membantu menjaga stabilitas harga dan perekonomian daerah, bahkan regional.
Bupati Karo juga memberikan pesan khusus kepada Gapoktan Matahari selaku penerima manfaat agar mengelola bantuan instore dryer secara bertanggung jawab dan profesional. Ia menekankan tiga hal penting:
1. Aset Bersama
Bantuan bukan milik perorangan, melainkan dikelola secara komunal untuk kepentingan bersama.
2. Manajemen Tertib
Diperlukan pengaturan jadwal penggunaan, pemeliharaan, serta pemanfaatan alat secara terukur.
3. Modernisasi Pertanian
Program ini diharapkan menjadi awal pertanian Karo yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Bupati Karo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam membangun sektor pertanian yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita optimistis Kabupaten Karo dapat menjadi daerah pertanian yang unggul, modern, dan sejahtera,” pungkasnya. (Hasan)













