SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EKONOMI

Bulog Klarifikasi Harga Gabah di Sumut, Tegaskan Beli Sesuai Aturan Pemerintah

×

Bulog Klarifikasi Harga Gabah di Sumut, Tegaskan Beli Sesuai Aturan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

MEDAN (MAWARTANEWS) – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara melakukan pengecekan langsung ke lokasi panen petani di Kabupaten Serdang Bedagai menyusul adanya pemberitaan di media terkait penjualan Gabah Kering Panen (GKP) di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Pengecekan tersebut dipimpin oleh Pemimpin Cabang Bulog Medan, Rafki Ismael, bersama Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai dan Babinsa Kecamatan Tanjung Beringin. Turut hadir dalam kesempatan itu Staf Ahli Menteri Pertanian RI, Hasil Sembiring.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Isu ini mencuat setelah sebelumnya diberitakan bahwa seorang petani di Tanjung Beringin, Zulpan (35), menjual gabah seharga Rp6.250/kg, atau lebih rendah dari ketentuan pemerintah sebesar Rp6.500/kg.

Dalam keterangannya, Rafki Ismael menegaskan bahwa Bulog Cabang Medan selama ini selalu membeli GKP dari petani dengan harga sesuai HPP, yakni Rp6.500/kg. Namun, ia meluruskan bahwa harga Rp6.250/kg yang diberitakan merupakan harga bersih setelah dipotong biaya karung, tenaga angkut dari sawah, dan ongkos panen.

BACA JUGA:  Antusiasme Tinggi, 5 Hari Masa Angkutan Nataru 2025/2026 KAI Divre I Sumut Layani 44.871 Pelanggan

“Padahal sebenarnya yang dimaksud GKP di tingkat petani sesuai ketentuan pemerintah adalah gabah yang sudah dipanen, dikemas dalam karung, dan berada di pinggir jalan untuk diangkut. Jadi harga resmi tetap Rp6.500/kg, sesuai aturan,” jelas Rafki.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menambahkan bahwa Bulog sebagai operator pemerintah wajib memastikan harga minimal GKP di tingkat petani tetap sesuai HPP.
“Bulog di seluruh Indonesia membeli gabah mengacu pada harga Rp6.500/kg. Ini adalah bentuk komitmen menjaga kesejahteraan petani,” tegasnya.

Hingga saat ini, Bulog Kanwil Sumut telah menyerap sedikitnya 32.000 ton GKP dari hasil produksi di Sumatera Utara. Pada panen Agustus 2025 saja, Bulog kembali menyerap sebanyak 210 ton, dan penyerapan akan terus berlangsung.

BACA JUGA:  Hari Pertama Nataru, KAI Sumut Angkut 6 Ribu Penumpang

Gabah yang diserap tersebut nantinya akan diolah bersama mitra penggilingan padi di seluruh wilayah Sumut. Hasil pengolahan akan disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dapat digunakan untuk program bantuan pangan, penanggulangan bencana alam, serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Gabah yang kami serap ini akan diolah menjadi beras, disimpan sebagai cadangan, dan sewaktu-waktu siap digunakan untuk kebutuhan masyarakat, termasuk stabilisasi harga pangan,” pungkas Budi. (Harry)