JAKARTA (MAWARTA) – PT Brantas Abipraya (Persero) meluncurkan program Abipraya Sehat yang berfokus pada peningkatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Melalui program ini, kami ingin membantu mewujudkan Cipinang Cempedak sebagai kawasan ODF (Open Defecation Free). Harapannya, kesehatan masyarakat bisa terus meningkat,” ungkap Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana.
Resmi berjalan sejak Juli 2025, Abipraya Sehat tidak hanya membangun jamban sehat dan sistem septik tarik, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Sejumlah pembangunan yang dilakukan meliputi: 17 tangki septik pribadi, 2 tangki komunal, Revitalisasi 1 WC umum.
Dampaknya, program ini dirasakan langsung oleh 10 KK dan mengurangi kebiasaan membuang limbah rumah tangga ke sungai hingga 30 KK.
Proses pembangunan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, tim PPSU, serta dukungan penuh dari pihak kelurahan.
Sistem septik yang diterapkan juga memiliki keunggulan karena hemat lahan, kuat, dan dapat diselesaikan hanya dalam waktu 3–4 hari per unit.
Program ini sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan penguatan kualitas kesehatan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan lingkungan, Brantas Abipraya berhasil meraih DKJ Award 2025.
Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat.
Dukungan juga datang dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menegaskan pentingnya program berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku hygiene dan sanitasi.
Dengan pendekatan kolaboratif dan edukatif, program Abipraya Sehat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas praktik buang air sembarangan di kawasan Cipinang Cempedak.













