MEDAN (MAWARTA) – Kelangkaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai dirasakan pedagang dan warga Kota Medan.
Kondisi ini mendorong Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, Senin (25/8/2025).
Zulfadli (46), pedagang sekaligus warga Medan Helvetia, mengaku pekan lalu masih mendapat jatah dua ton beras SPHP. Namun, stok tersebut cepat habis dalam waktu 3–5 hari.
“Ada kendala Sabtu kemarin, jadi sampai sekarang belum masuk lagi. Kalau bisa jatahnya diperbanyak, karena cepat habis,” ujarnya.
Zulfadli juga mengapresiasi langkah Wali Kota Medan yang turun langsung ke lapangan.
“Selama 23 tahun aku di pajak, baru kali ini benar-benar sidak. Jadi Pak Wali bisa melihat kondisi sebenarnya,” katanya.
Hal serupa dialami Zulkhairi (45), pedagang asal Gang Jawa. Ia bahkan mengaku sudah sebulan tidak menerima suplai beras SPHP.
“Kalau di tempat saya tidak ada, mungkin di tempat lain ada. Jadi tidak menyeluruh,” jelasnya.
Karena tak lagi memperoleh pasokan, Zulkhairi memilih mencabut spanduk bertuliskan SPHP di tokonya.
“Daripada pelanggan mengira saya menyembunyikan beras SPHP, lebih baik dicabut saja. Karena faktanya saya hanya bisa jual beras premium yang harganya lebih mahal,” ungkapnya. (Son)











