Medan (MAWARTA) – Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus memunculkan keprihatinan. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat sebanyak 2.285 orang mengalami luka-luka, sementara 83 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Data tersebut merupakan laporan sementara yang dihimpun dari lima kabupaten di antara 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana alam di Sumut.
Berdasarkan data Pusdalops PB Sumut, korban yang hingga kini belum ditemukan tersebar di sejumlah daerah, dengan rincian sebagai berikut:
Kabupaten Tapanuli Tengah: 49 orang
Kabupaten Tapanuli Selatan: 30 orang
Kabupaten Tapanuli Utara: 2 orang
Kota Sibolga: 1 orang
Kabupaten Humbang Hasundutan: 1 orang
Hingga saat ini, upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di masing-masing wilayah terdampak.
BPBD: Data Masih Bersifat Sementara
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan lanjutan.
“Data ini merupakan laporan sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut. Update terakhir per 15 Desember 2025 pukul 17.00 WIB,” ujar Sri Wahyuni di Medan, Senin.
19 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana
Pusdalops PB Sumut juga mencatat sedikitnya 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana alam, meliputi:
Kota Medan
Kota Tebing Tinggi
Kota Binjai
Kota Padangsidimpuan
Kota Sibolga
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Serdang Bedagai
Kabupaten Langkat
Kabupaten Humbang Hasundutan
Kabupaten Pakpak Bharat
Kabupaten Nias
Kabupaten Nias Selatan
Kabupaten Nias Utara
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Asahan
Kabupaten Tapanuli Selatan
Kabupaten Tapanuli Tengah
Kabupaten Mandailing Natal
Kabupaten Batubara
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama BPBD dan instansi terkait terus mengintensifkan koordinasi, baik dalam penanganan darurat, evakuasi korban, maupun pendistribusian bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Selain pencarian korban hilang, BPBD Sumut menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan korban luka-luka, penyediaan layanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga di lokasi bencana.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. (*)













