Medan (MAWARTA) – Konsulat Jenderal Malaysia di Medan bersama Mercy Malaysia, Diaspora Malaysia di Medan, dan Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia (PKPMI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Program Peduli Bencana Banjir (P2B2) siri kedua di Aceh Tamiang, Rabu (10/12/2025).
Misi ini menyasar lebih dari 1.000 keluarga terdampak banjir di dua lokasi yang paling parah: Kampung Dato’ Desa Tanjung Manchang dan Dusun Alur Hitam yang berjarak sekitar 135 kilometer atau empat jam dari Medan.

Setibanya di lokasi, tim kemanusiaan disambut oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi.
Dalam pertemuan tersebut, Shahril Nizam Abdul Malek menyampaikan salam takziah, doa, dan solidaritas rakyat Malaysia kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdampak banjir, khususnya warga Aceh Tamiang.
Bupati Armia Pahmi mengapresiasi langkah cepat Konsulat Jenderal Malaysia. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan dukungan penuh terhadap inisiatif kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Malaysia melalui konsulat.
Dalam misi kemanusiaan ini, pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Medan juga berhasil mengesan dua warganya yang sempat terkandas (terdampar) sejak 27 November 2025, yaitu Ahmad Riduan Shamsuddin dan Maida Sueb.
Keduanya ditemukan dalam kondisi sehat dan dijadwalkan pulang ke Malaysia dalam waktu dekat.
Kegiatan P2B2 siri kedua ini menjadi bukti komitmen Malaysia untuk terus memperkuat hubungan kemanusiaan dan solidaritas regional, terutama dalam situasi bencana yang melanda wilayah Indonesia. (Tison)













