SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TEKNOLOGI

Apple dan Samsung Kian Dominan di Pasar Smartphone Global

×

Apple dan Samsung Kian Dominan di Pasar Smartphone Global

Sebarkan artikel ini
Apple dan Samsung dominasi pasar smartphone global
Apple dan Samsung memimpin pasar smartphone global di tengah persaingan ketat merek China. (Sumber Foto: Tom's Guide)

JAKARTA (MAWARTA) – Dominasi merek-merek ponsel asal China di pasar global kian tergerus. Sepanjang 2025, Apple dan Samsung justru semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai penguasa pasar smartphone dunia.

Di sisi lain, sejumlah merek China mengalami tekanan. Oppo tercatat menjadi produsen dengan kinerja terburuk setelah mencatatkan penurunan distribusi, ketika sebagian besar merek besar lainnya masih mampu tumbuh.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Firma riset Counterpoint Research mencatat Apple membukukan pertumbuhan 10 persen secara tahunan (YoY) pada 2025 dengan pangsa pasar global mencapai 20 persen.

Capaian tersebut didorong oleh peluncuran lini ponsel premium terbaru iPhone 17 pada September 2025, yang mendapat respons positif dari pasar.

Senior Analyst Counterpoint, Varun Mishra, menyebut pertumbuhan Apple kali ini berbeda dibanding tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan Apple di 2025 didorong oleh ekspansi dan peningkatan permintaan di negara-negara berkembang, dengan dukungan portofolio produk yang lebih kuat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Astra Financial dan WeLab Luncurkan Bank Saqu

Sebaliknya, pada era iPhone 16, Apple sempat stagnan akibat minim inovasi, keterlambatan fitur AI Apple Intelligence, serta tekanan dari ponsel Android yang lebih agresif dalam inovasi.

Di posisi kedua, Samsung tetap menunjukkan performa solid dengan pertumbuhan 5 persen YoY. Pangsa pasar produsen asal Korea Selatan tersebut tercatat 19 persen, hanya terpaut tipis dari Apple.

Konsistensi produk di berbagai segmen, mulai dari entry level hingga flagship, menjadi faktor utama Samsung mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan ketat.

Xiaomi dan Vivo Stagnan, Oppo Terpuruk

Sementara itu, Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 13 persen, sedikit menurun dari 14 persen pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Xiaomi mencatatkan kinerja stagnan tanpa pertumbuhan berarti.

Di bawah Xiaomi, Vivo menempati posisi keempat dengan pertumbuhan tipis 3 persen dan pangsa pasar tetap di angka 8 persen, sama seperti tahun 2024.

BACA JUGA:  Plan Indonesia dan Microsoft Gencarkan Pelatihan AI, Targetkan 300.000 Murid SMK di Indonesia

Adapun Oppo harus puas berada di posisi kelima. Merek ini mencatatkan penurunan distribusi sebesar 4 persen YoY, menjadikannya satu-satunya pemain besar yang mengalami kontraksi di tengah pasar yang mulai pulih.

Secara keseluruhan, Counterpoint menilai pasar smartphone global mulai menunjukkan stabilisasi pascapandemi Covid-19. Pada 2025, pasar global tumbuh 2 persen YoY.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi pemasaran yang lebih efektif, meningkatnya adopsi jaringan 5G di negara berkembang, serta kemudahan skema pembelian yang mendorong penjualan di segmen premium.

Industri smartphone sempat menghadapi tekanan kebijakan tarif dari pemerintahan Donald Trump pada awal 2025. Namun dampaknya perlahan mereda seiring dinamika geopolitik dan strategi produsen dalam menyesuaikan rantai pasok.

Meski demikian, pertumbuhan pasar tidak terjadi secara merata. Lonjakan signifikan tercatat di sejumlah negara seperti Jepang, kawasan Timur Tengah, Afrika, serta beberapa negara Asia, sementara wilayah lain masih menunjukkan pemulihan yang lebih lambat.