MAWARTANEWS.com, MEDAN |
Aliansi Mahasiswa Penyelamat Demokrasi UINSU melakukan aksi unjuk rasa, pada hari Selasa (4/6/2024) dan hari Rabu (5/6/2024). Mereka menggelar aksi terkait isu pencederahan demokrasi yang dilakukan oleh Birokrasi kampus UINSU.
Pemilihan Ketua DEMAU dan SEMAU sempat ricuh
Prosesi pemilihan ketua DEMAU dan SEMAU dibuka oleh KPUM pada Senin 29 Mei 2024 sempat mengalami kericuhan. Kericuhan yang terjadi memaksakan KPUM untuk tidak melanjutkan pemungutan suara.
Menurut pengakuan ketua KPUM Raja Panggaran kericuhan disebabkan ada salah seorang oknum yang saat pemilihan maju ke meja pimpinan sidang membuat kerusuhan.
Demonstrasi dilakukan 2 hari berturut-turut
Pada hari pertama massa dari berbagai fakultas sekawasan UINSU yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penyelamat Demokrasi UINSU itu langsung berjalan dan menggelar orasi di depan gedung birokrasi kampus 2 UINSU Pancing
Puas melakukan orasi, rombongan massa memaksa masuk kedalam gedung birokrasi. Satpam yang melakukan penjagaan menghadang, namun massa berhasil lepas dan masuk ke dalam ruangan dan disambut oleh Wakil Rektor 3 Prof Dr. Katimin, M.Ag.
AS selaku koordinator lapangan langsung membacakan point’ tuntutan. Adapun tuntutan massa aksi adalah agar pihak birokrasi kampus tidak melakukan pemilihan ketua DEMAU dan SEMAU secara sepihak dan memberikan tanggung jawab penuh kepada KPUM UINSU karena secara tidak langsung pihak birokrat telah mengambil kelangsungan demokrasi kampus.
Wakil Rektor 3 langsung menanggapi tuntutan dari aksi massa. Ia mengatakan dari pihak rektorat tidak melakukan pemilihan secara sepihak, kami sudah bermusyawarah dengan pihak KPUM UINSU.
KPUM UINSU menyatakan sikap bahwasanya KPUM menyerahkan pemilihan kepada pihak rektorat.
Oleh karenanya pihak rektorat mengambil inisiatif untuk mengambil alih pemilihan sebab keadaan kita sekarang sangat mendesak untuk memenuhi keperluan terakreditasi universita.
Terkait tuntutan adik adik untuk mengembalikan wewenang KPUM UINSU untuk melakukan pemilihan ketua DEMAU dan SEMAU nanti akan kami sampaikan kepada Ibu Rektor. Tegasnya.
Massa AMPERASU kembali melakukan aksi jilid 2
Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Penyelamat Demokrasi kembali melakukan aksi jilid 2 yang dilakukan didepan gedung rektorat kampus UINSU Pancing.
Massa aksi disambut oleh Wakil Rektor 1 Azhari Akmal Tarigan yang menyambut baik aspirasi dari massa aksi.
“Terimakasih kepada adik adik yang masih mau menyuarakan demokrasi dikampus, kita menyambut baik aspirasi ini. Terkait hasil pemilihan ketua DEMAU dan SEMAU nanti akan kita musyawarahkan kembali bersama seluruh elemen terkait seperti KPUM, Rektorat, beserta adik adik yang bergabung dalam Aliansi Penyelamat Demokrasi Mahasiswa UINSU,” Tegasnya.
Massa perlahan bubar meninggalkan lokasi aksi dan kembali ke Fakuktas masing masing.











