SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWSNUSANTARA

Aktivitas Oplosan Gas Terendus Lagi di Selambo, Bayang-bayang Oknum Aparat Muncul

×

Aktivitas Oplosan Gas Terendus Lagi di Selambo, Bayang-bayang Oknum Aparat Muncul

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi praktik oplosan gas 3 kg ke tabung 12 kg di wilayah Sumatera Utara. (mawarta/DALL·E)

MEDAN – Setelah sempat mereda, praktik mafia gas oplosan diduga kembali muncul di wilayah Sumatera Utara.

Aktivitas mencurigakan mulai terpantau di sejumlah pangkalan gas, salah satunya berada di kawasan Gang Baharu, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas bongkar muat tabung gas bersubsidi 3 kilogram dari mobil tangki milik PT Karya Samudra Mas, mitra distribusi resmi Pertamina, ke dalam mobil boks berwarna oranye dengan stiker bertuliskan “GS”.

Gas tersebut kemudian dibawa menggunakan mobil pick up menuju Jalan Selambo, tepatnya di Desa Marindal II, kawasan yang sebelumnya juga menjadi lokasi penggerebekan pada Kamis (6/2/2025) lalu oleh tim dari Polda Sumut.

BACA JUGA:  Masyarakat Medan Bernapas Lega: 140 Tersangka Kejahatan Jalanan Dibekuk Polrestabes

Warga di sekitar lokasi mengaku sering mendengar suara mencurigakan yang diduga berasal dari aktivitas pengoplosan gas subsidi.

“Kalau siang, sering terdengar suara seperti ‘settt… settt’, mirip suara tabung gas sedang dialihkan isinya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (22/6/2025).

Lebih dari itu, isu yang beredar di tengah masyarakat menyebut bahwa praktik ilegal ini mendapat perlindungan dari oknum aparat berinisial ML dan AS, yang disebut-sebut bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sumut.

Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi atas tudingan tersebut.

Pihak Polda Sumut juga belum memberikan tanggapan atas laporan masyarakat terkait kemunculan kembali aktivitas mafia migas di wilayah hukum mereka.

BACA JUGA:  Tes Urine Awak Angkutan Udara untuk Menjamin Keselamatan Perjalanan Lebaran

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan, ketika dimintai konfirmasi, belum memberikan pernyataan resmi.

Kebangkitan kembali praktik gas oplosan ini dinilai menjadi ujian serius bagi institusi kepolisian, khususnya Polda Sumut, dalam menjaga kepercayaan publik dan menindak kejahatan yang merugikan negara serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Masyarakat berharap, langkah tegas seperti penggerebekan dan penegakan hukum yang pernah dilakukan, dapat kembali dilanjutkan untuk menutup celah penyimpangan distribusi gas bersubsidi yang kian meresahkan. (Tison)