SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Akomodasi Guru Honorer dan Program Sekolah Jadi Sorotan dalam Rapat SMA Negeri 1 Namorambe

×

Akomodasi Guru Honorer dan Program Sekolah Jadi Sorotan dalam Rapat SMA Negeri 1 Namorambe

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, DELISERDANG I

SMA Negeri 1 Namorambe menggelar rapat bersama komite sekolah dan orang tua wali siswa di Jalan Jatikesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Rapat yang diselenggarakan pada Senin, (18/9) di SMA Negeri 1 Namorambe ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk kehadiran kepala sekolah Anna Simanjuntak S.Pd. MM, serta sejumlah wakil kepala sekolah dan orang tua wali siswa.

Rapat ini memiliki beberapa agenda utama, salah satunya adalah pembahasan terkait akomodasi untuk guru honorer di sekolah.

Dalam konteks ini, terdapat 22 guru honorer dan 25 PNS yang bekerja di SMA Negeri 1 Namorambe.

Selain itu, terdapat temuan-temuan lainnya yang dibicarakan dalam rapat, seperti penjualan baju oleh pihak sekolah yang dinilai sesuai dengan peraturan inspektorat.

BACA JUGA:  Keluarga Saipuddin Ginting yang Terlupakan Oleh Pemerintah

Pertanyaan-pertanyaan dari orang tua siswa juga menjadi sorotan dalam rapat ini. Beberapa orang tua bertanya tentang proses rekrutmen tenaga honorer di sekolah dan menyatakan kekhawatiran mengenai kemampuan guru honorer dalam mengajar anak-anak mereka.

Selain itu, ada juga keluhan terkait ekskul (ekstrakurikuler) yang terkesan tiba-tiba, seperti kegiatan renang, dan kritik terhadap program-program lain yang terbengkalai.

Rapat ini diundang lebih dari 700 orang tua siswa, namun hanya belasan hingga puluhan orang yang hadir.

Hal ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah orang tua siswa tentang seleksi undangan dan alasan di baliknya.

Seorang wali siswa berinisial SG, menyuarakan kebingungannya terkait perbedaan jam rapat antara orang tua siswa kelas 10, 11, dan 12.

BACA JUGA:  Pemerintah Desa Abai Drainase, Warga Dikejar Banjir

Ia juga mempertanyakan mengapa undangan terkesan selektif.

“Semoga saja bukan untuk menggiring suasana agar hasil rapat bisa diarahkan ke hasil yang diinginkan oknum yang tidak baik,” keluh SG.

Rapat ini menyoroti beragam isu yang memengaruhi sekolah dan keterlibatan orang tua siswa dalam proses pengambilan keputusan.

Namun, pertanyaan-pertanyaan mengenai seleksi undangan tetap menjadi bagian dari diskusi yang berlangsung. (Lamhot)