SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Akibat Wabah PMK Penjualan Daging di Kisaran Merosot Parah

×

Akibat Wabah PMK Penjualan Daging di Kisaran Merosot Parah

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, ASAHAN – Pedagang daging di Pasar Bhakti Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan parahnya kondisi penjualan sejak adanya penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Kalau sekarang bisa jual 10 kilogram daging saja sehari sudah mantap,” kata seorang pedagang daging bernama Joko, di Pasar Bakti Kisaran yang ditemui wartawan, Jumat (1/7/2022).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Joko mengatakan di pasaran harga daging relatif normal yakni Rp 110 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan lalu penjualan harga per kilogramnya mencapai Rp 130 ribu.

“Orang takut beli daging karena PMK ini. Kalau dulu sebelum ada penyakit saya bisa jual 60 kilogram bahkan satu ekor lembu sehari,” kata pria yang sudah berjualan daging sejak tahun 1986 ini.

BACA JUGA:  Camat Kistim Pimpin Apel Gabungan ASN Se-Kecamatan Kota Kisaran Timur

Sejak adanya PMK, Joko mengaku hanya menerima pasokan daging dari lembu lokal yang ada di Kabupaten Asahan sebab sekarang tidak ada lagi masuk dari luar daerah.

“Ngambilnya di rumah potong hewan. Kalau dulu dagingnya dari Simalungun, Aceh, kalau sekarang adanya yang lokal dari sini saja,” kata dia.

Sementara itu pantauan wartawan, komoditi rumah tangga lainnya yang harganya masih tinggi adalah cabai merah yang dijual pedagang seharga Rp 85 ribu per kilogramnya.

Turun dibandingkan pekan lalu dengan harga tertinggi mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

“Sudah mulai turun jadi 85. Itupun bahan enggak banyak,” kata seorang pedagang, Ari.

Kemudian, adapun harga komodii lain dalam satuan per kilogramnya diantaranya, cabai rawit Rp 65 ribu, bawang putih Rp 20, bawang merah Rp 55, dan Tomat Rp 10 ribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *