SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS

Warga Berastagi Mengeluh Aliran Air PDAM Tirtanadi, Kacab : Kalau Air Mati, Jangan Wa Saya Pak

×

Warga Berastagi Mengeluh Aliran Air PDAM Tirtanadi, Kacab : Kalau Air Mati, Jangan Wa Saya Pak

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, KARO – Warga pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi di Desa Rumah Berastagi dan Jalan Udara Ujung Berastagi Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara dan sekitarnya mengeluh.

Pasalanya, sejak pagi hingga sore hari aliran air tak mengalir. Sehingga membuat aktivitas untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) serta berwudhu menjadi terganggu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Warga Berastagi berharap kondisi mati air tersebut segera teratasi oleh pihak PDAM Tirtanadi Berastagi. Apalagi saat ini warga sedang mau mengerjakan pekerjaan dapur seperti memasak maupun mau ambil air wudhu .

“Iya Bang. Kami protes aliran air PDAM ini mati sejak pagi bahkan ahir ahir ini sering kali mati . Sehingga kami kelimpungan untuk memenuhi air untuk kebutuhan MCK maupun untuk berwudhuk jelang salat Ashar, sholat subuh,” demikian diungkapkan seorang warga Desa Rumah Berastagi, R Ginting di kediamannya, Jalan Jamin Ginting, kepada wartawan, Sabtu (12/11/2022).

BACA JUGA:  Bupati Karo Hadiri acara Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) Proyek KPBU Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Karo

Pelanggan PDAM Tirtanadi ini menyebutkan, saat ini sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan air, para warga terpaksa membeli air kemasan untuk MCK.

“Warga juga berharap hendaknya pihak PDAM Tirtanadi memberikan solusi dengan pengiriman air dengan tanki air ke pemukiman warga jika air mati sehingga kebutuhan air bagi warga dapat terpenuhi,” katanya.

Salah satu pegawai PDAM Tirtanadi Berastagi yang tidak mau namanya disebutkan ketika di konfirmasi terkait aliran air tersebut mengatakan, kami pun heran bang, kenapa akhir akhir ini sering kali tak jalan air tersebut, padahal di saat rapat, seringnya kami sampaikan keluhan pelanggan sama pimpinan kami, tapi cobalah bapak tanya sama pimpinan kami,” ucapnya

BACA JUGA:  JNE Memasuki Usia ke-33 dan Meresmikan Kantor Cabang Baru di Kabupaten Karo

Ditempat terpisah Kepala Cabang Tirtanadi Berastagi, Hamdan ketika di konfirmasi wartawan terkait masalah tersebut, mengatakan, bahwa aliran air PDAM untuk pelanggan sudah hidup.

Sekarang gini pak, kalau Air bapaknya mati, jangan pula bapak mengatasnamakan masyarakat, saya capek lo pak, itu maka ku blokir nomor WhatsApp bapak.

Ketika di tanya soal Aliran Air ke arah jalan udara, kenapa sering mati – mati, Hamdan dengan entengnya mengatakan, ” Air di Lau Melas Tidak ada lagi, sudah minim Air tersebut,” ucapnya dengan nada tinggi.

“Lagian pak, kalau mati air pelanggan, bapak jangan menghubungi saya, silahkan datang ke kantor,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *