SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EKONOMI

Yohanis Wulang: Emas Lebih Tepat untuk Investasi Jangka Panjang

×

Yohanis Wulang: Emas Lebih Tepat untuk Investasi Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, Yohanis Wulang, menyampaikan paparan dalam Media Gathering bersama pimpinan media di Medan. Rabu (12/8/2026).

MEDAN (MAWARTA) – PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) I Medan mengajak masyarakat untuk melihat emas bukan sekadar sebagai komoditas yang diperjualbelikan dalam jangka pendek, tetapi sebagai salah satu instrumen investasi untuk menjaga dan mengembangkan aset dalam jangka panjang.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Media Gathering PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan bersama pimpinan media di Kota Medan, yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus edukasi mengenai perkembangan layanan dan bisnis emas Pegadaian.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, Yohanis Wulang, menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin berinvestasi emas perlu memahami tujuan investasinya.

Menurutnya, emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang dibandingkan mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

“Kalau ingin membeli emas untuk jangka pendek, saya tidak sarankan. Tetapi untuk jangka panjang, emas merupakan investasi yang baik,” Ucap Yohanis Wulang dalam kegiatan tersebut di Karibia Boutique Hotel, Rabu, (12/8).

Pegadaian menilai emas memiliki sejumlah keunggulan karena relatif mudah dibeli, disimpan, dijual kembali maupun dimanfaatkan sebagai jaminan pembiayaan.

Karakteristik tersebut membuat emas berbeda dengan sejumlah aset lainnya. Salah satunya tanah, yang dalam proses jual belinya membutuhkan waktu dan proses yang lebih panjang.

Dalam ekosistem Pegadaian, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan berbasis emas, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas hingga layanan gadai.

“Saldo Tabungan Emas juga dapat dijual kembali atau digadaikan, serta dapat dikonversikan menjadi emas fisik sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

BACA JUGA:  JNE Salurkan Zakat Rp200 Juta kepada 11 Lembaga Sosial di Medan

Selain produk emas, Pegadaian juga menyediakan beragam layanan pembiayaan dan keuangan, di antaranya gadai saham, pembiayaan kendaraan, pembiayaan dengan jaminan sertifikat, hingga layanan yang berkaitan dengan kebutuhan haji dan umrah.

Layanan Digital Lewat Tring

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan Pegadaian.

“Melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara lebih praktis, termasuk transaksi Tabungan Emas dan Deposito Emas,” terang Yohanis.

Pegadaian menyebut Tabungan Emas dapat dicairkan melalui mekanisme jual kembali maupun dimanfaatkan untuk layanan gadai.

Pegadaian juga memperkenalkan berbagai inovasi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi emas, termasuk fasilitas yang memungkinkan emas dalam bentuk saldo digital kemudian dicetak menjadi emas fisik.

Pegadaian Jadi Bank Emas Pertama Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, perkembangan Bank Emas atau bullion bank turut menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian.

Ia menambahkan, Pegadaian resmi menjadi bank emas pertama di Indonesia setelah layanan Bank Emas Pegadaian diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 di The Gade Tower, Jakarta.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem emas nasional.

Pegadaian sebelumnya juga telah memperoleh izin untuk menyelenggarakan kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan kegiatan yang mencakup layanan terkait simpanan, perdagangan dan pembiayaan emas.

BACA JUGA:  Mudik Gratis Pegadaian 2026: 250 Warga Medan Diberangkatkan ke 5 Kota Tujuan

Kehadiran bank emas membuat pengelolaan emas tidak lagi hanya berorientasi pada kepemilikan fisik, tetapi berkembang menjadi sebuah ekosistem keuangan yang memungkinkan masyarakat menyimpan, memperdagangkan dan mengoptimalkan aset emas.

Ada Deposito Emas dengan Imbal Hasil 1 Persen

Salah satu layanan yang dikembangkan dalam ekosistem bank emas Pegadaian adalah Deposito Emas.

Berbeda dengan deposito konvensional yang memberikan imbal hasil dalam bentuk uang, Deposito Emas memberikan tambahan dalam bentuk gram emas.

“Berdasarkan informasi resmi Pegadaian, Deposito Emas memiliki pilihan tenor 6, 9 dan 12 bulan dengan imbal hasil hingga 1 persen per tahun,” Jelasnya.

Setoran awal minimal sebesar 5 gram dan saldo tersebut berasal dari rekening Tabungan Emas yang aktif. Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Pegadaian mendorong masyarakat untuk mulai memahami emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Masyarakat yang ingin membeli emas juga dapat mengakses layanan Pegadaian maupun Galeri 24, sehingga proses pembelian, penyimpanan, hingga pemanfaatan emas dapat dilakukan dalam satu ekosistem.

Pegadaian berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa investasi emas bukan semata-mata mengenai harga yang naik atau turun dalam waktu singkat, melainkan bagaimana emas dapat menjadi bagian dari strategi menjaga nilai aset dan mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa mendatang. (Tison)