SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Jelita Asri Ajak Perempuan Jadi Penggerak Keluarga Sehat Melalui PTP2WKSS

×

Jelita Asri Ajak Perempuan Jadi Penggerak Keluarga Sehat Melalui PTP2WKSS

Sebarkan artikel ini

PERCUT SEI TUAN (MAWARTA) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Deli Serdang, Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan, mengajak kaum perempuan untuk menjadi penggerak utama dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera melalui peningkatan kualitas kesehatan, gizi, dan pemberdayaan keluarga.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada Pelatihan Dasar Warga Binaan Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PTP2WKSS) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Deli Serdang di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (24/6/2026).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026, diikuti sebanyak 35 warga binaan PTP2WKSS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas perempuan dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Ny. Jelita menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus agen perubahan yang mampu membangun kebiasaan hidup sehat.

BACA JUGA:  Rumah Baru untuk Darson, Pemkab Deli Serdang Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Sunggal

“Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya dan penggerak utama dalam keluarga. Melalui PTP2WKSS, kita ingin melahirkan perempuan-perempuan yang berdaya, mampu menerapkan pola hidup sehat, menjaga kualitas gizi keluarga, serta menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keluarga yang sehat dibangun melalui penerapan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan stres, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta istirahat yang memadai.

Selain itu, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pencegahan anemia pada remaja putri, hingga pemeriksaan kesehatan usia produktif dan lansia juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ny. Jelita juga menyoroti sejumlah tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat, seperti stunting, kesehatan ibu dan anak, serta sanitasi lingkungan yang memerlukan kolaborasi seluruh pihak.

Menurutnya, PTP2WKSS menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan desa melalui pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup keluarga.

BACA JUGA:  Sampaikan Program Kerja Basarnas Pos Tanjung Balai Asahan jumpai Sekdakab Asahan

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mendorong berbagai aksi nyata, di antaranya penguatan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), optimalisasi layanan Posyandu, pemanfaatan pekarangan rumah melalui lumbung hidup, warung hidup, apotek hidup, serta Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga.

“Dengan semangat PTP2WKSS, mari kita wujudkan perempuan yang berdaya untuk menuju keluarga yang sehat dan sejahtera,” tutupnya.

(Hoko)