BANDUNG (MAWARTA) – International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026 resmi digelar di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, pada 6–8 Februari 2026. Pameran ini menjadi ajang memperkuat ekosistem waralaba, kemitraan usaha, serta transformasi digital bisnis di Indonesia.
Bandung dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki ekosistem kreatif yang kuat serta potensi produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi brand nasional hingga global.
Pembukaan IFBEX 2026 dilakukan Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Septo Soepriyatno, yang menegaskan sektor perdagangan, termasuk waralaba dan kemitraan, berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ia mengingatkan pelaku usaha untuk mematuhi regulasi, termasuk tidak mengklaim usaha sebagai waralaba tanpa memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menilai IFBEX menjadi platform strategis mempertemukan pelaku usaha kreatif dengan investor dan mitra bisnis. Menurutnya, pengembangan waralaba harus ditopang inovasi, penguatan merek, perlindungan kekayaan intelektual, serta pemanfaatan teknologi digital.
IFBEX 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran brand, seminar bisnis, talkshow, kompetisi proposal usaha, hingga sesi networking. Sekitar 70 brand dari berbagai sektor industri turut ambil bagian dengan target lebih dari 10.000 pengunjung dan investor.
CEO PT Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja, menyebut IFBEX dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan brand potensial dengan investor serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui model waralaba, lisensi, kemitraan, dan distribusi bisnis.
Ketua Umum HIKPI Djoko Kurniawan menambahkan, IFBEX bukan sekadar pameran, tetapi platform edukasi dan pendampingan bisnis agar masyarakat lebih cermat memilih peluang usaha, terutama dari sisi legalitas, sistem manajemen, dan rekam jejak usaha.
Dukungan terhadap transformasi digital juga disampaikan Ketua Umum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso. Ia menilai integrasi teknologi, mulai dari pemasaran berbasis data hingga sistem manajemen pelanggan, menjadi kunci daya saing bisnis waralaba dan kemitraan.
Selain itu, IFBEX juga menyoroti potensi produk lokal Jawa Barat seperti batagor, seblak, mie kocok, dan karedok yang dinilai berpeluang menjadi brand nasional bahkan internasional jika dikelola secara profesional.
Dengan konsep kolaboratif, IFBEX 2026 diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru sekaligus memperkuat ekosistem bisnis Indonesia yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global. (Rahma)













