Tigaderket (MAWARTA) — Pemerintah Desa Tanjung Merawa, Kecamatan Tigaderket, Kabupaten Karo, menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan mengundang Dinas Peternakan Karo untuk membahas dan mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak lembu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus penanganan dini terhadap potensi merebaknya PMK yang dikhawatirkan dapat merugikan para peternak di desa tersebut.

“Kami tidak ingin warga dirugikan akibat penyakit ternak. Karena itu kami mengundang dinas terkait agar warga mendapatkan penjelasan dan arahan yang benar,” ujarnya.
Sejumlah warga Desa Tanjung Merawa menyambut baik langkah yang diambil kepala desa.
Mereka menilai perhatian pemerintah desa sangat penting, mengingat ternak lembu menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat.
“Pak Kades sangat perhatian dengan kondisi warga. Kami merasa diperhatikan karena pemerintah desa langsung bergerak mengundang dinas peternakan,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, kehadiran dinas peternakan memberikan rasa tenang karena mereka memperoleh informasi mengenai pencegahan PMK, perawatan ternak, serta langkah yang harus dilakukan jika ditemukan gejala penyakit.
Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, termasuk adanya pendampingan lanjutan dari dinas terkait, baik dalam bentuk pemeriksaan ternak maupun pemberian obat dan vaksin.
Pemerintah Desa Tanjung Merawa juga mengimbau para peternak untuk tetap waspada, menjaga kebersihan kandang, serta segera melaporkan jika menemukan ternak yang menunjukkan gejala PMK. (Josua Pelawi)













