SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Bupati Karo Hadiri Pentahbisan 8 Imam Baru Ordo Kapusin Medan di Berastagi

×

Bupati Karo Hadiri Pentahbisan 8 Imam Baru Ordo Kapusin Medan di Berastagi

Sebarkan artikel ini

Berastagi (MAWARTA) — Bupati Karo Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, menghadiri acara Pentahbisan Imam Baru Ordo Kapusin Medan yang digelar di Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Berastagi, Sabtu (24/01/2026).

Sebanyak delapan imam baru ditahbiskan dalam perayaan iman yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Medan Kornelius Sipayung.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Perayaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh Propinsial Kapusin Medan, para imam, biarawan dan biarawati, keluarga para imam yang ditahbiskan, serta umat Katolik dari berbagai paroki.

Dalam sambutannya, Bupati Karo menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya pentahbisan imam baru tersebut.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Karo, ia menyampaikan ucapan proficiat serta apresiasi kepada para imam baru yang telah menjawab panggilan Tuhan untuk melayani umat.

“Para imam merupakan gembala umat yang dipanggil untuk menjadi penyalur berkat, penyejuk jiwa, serta pembangkit iman umat Tuhan melalui pelayanan sakramen,” ujar Bupati Karo.

BACA JUGA:  Bupati Karo Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Bersama Presiden Prabowo

Menurutnya, Sakramen Imamat merupakan panggilan suci yang menuntut kesetiaan dan pengabdian total. Karena itu, ia mengajak seluruh umat untuk terus mendoakan para imam agar senantiasa setia, kuat, dan bersemangat dalam menjalankan tugas pelayanannya

Pada kesempatan tersebut, Bupati Karo juga mengajak seluruh umat Katolik untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama merupakan modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Karo yang beriman, berbudaya, modern, unggul, dan sejahtera berkelanjutan.

Acara pentahbisan ini pun menjadi ungkapan syukur atas anugerah Tuhan bagi Gereja dan umat Katolik, sekaligus momentum penguatan iman dan persaudaraan di tengah masyarakat. (Hasan)