Deli Serdang (MAWARTA) — Kawasan wisata Puncak Merga Silima di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, mulai kehilangan daya tariknya.
Destinasi yang pernah dikenal sebagai “Medan Magnet” bagi wisatawan itu kini kian sepi pengunjung.
Menurunnya minat wisatawan diduga dipicu oleh praktik pungutan tidak resmi yang diberlakukan kepada setiap pengunjung yang datang ke kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun MAWARTA, pengendara sepeda motor dikenakan tarif Rp10 ribu, mobil Rp20 ribu, sementara wisatawan yang membawa tenda dikenakan biaya sewa lapak sebesar Rp25 ribu. Ironisnya, pungutan tersebut tidak disertai karcis resmi maupun fasilitas pendukung bagi pengunjung.
Salah seorang pemuda yang mengaku sebagai petugas parkir, Rizal, saat ditemui Sabtu (24/1/2026), menyebut bahwa pungutan tersebut dilakukan atas arahan seseorang yang disebut berinisial MB.
“Kalau keberatan, silakan langsung protes ke pimpinan saya,” ujarnya singkat kepada pengunjung dilansir dari waspada.id
Praktik pungutan ini dinilai tidak memiliki dasar regulasi yang jelas. Selain itu, kawasan yang berada di wilayah hutan lindung tersebut juga tidak menunjukkan adanya pengelolaan wisata yang tertib dan profesional.
Dampak Langsung ke Kunjungan Wisata
Sejumlah wisatawan mengaku enggan kembali berkunjung akibat biaya yang dinilai memberatkan dan tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima.
Tidak adanya fasilitas seperti pengelolaan parkir yang jelas, keamanan, maupun kebersihan menjadi keluhan utama.
Padahal, sebelumnya Puncak Merga Silima dikenal sebagai destinasi favorit wisata alam bagi warga Medan dan sekitarnya.
Kawasan ini sempat dikelola oleh almarhum Yopi Batubara dan ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Namun, sejak pengelolaan beralih, kondisi kawasan perlahan berubah. Praktik pungutan tidak resmi mulai muncul dan berdampak langsung pada penurunan jumlah pengunjung.
Wisatawan Minta Perhatian Pemerintah
Wisatawan asal Patumbak, Burhan dan Enok, berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat segera turun tangan untuk menata kembali kawasan wisata tersebut.
“Kami berharap pemerintah bisa mengatur pengelolaan kawasan ini agar kembali tertib, aman, dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar mereka.
Menurut keduanya, tanpa kejelasan pengelolaan dan pengawasan, potensi wisata alam Puncak Merga Silima dikhawatirkan akan terus meredup dan kehilangan daya saing sebagai destinasi unggulan di Deli Serdang.













